News‎ > ‎Berita Kampus‎ > ‎

Erie Sudewo : Untuk Menimbulkan Social Entrepreneur Perlu Adanya Sikap Maupun Pelatihan Leadership

diposting pada tanggal 8 Jun 2017 13.18 oleh Radio RDK UIN Jakarta

Kerjasama yang dilakukan oleh Jurusan Kesejahteraan Sosial (Kessos) Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fdikom) UIN Jakarta bersama Mandiri Amal Insani (MAI) Foundation dan Institut Fundraising Indonesia, mengadakan acara Diskusi Publik bertema “Mandiri Melalui Social Entrepreneurship”. Acara dimulai dari pukul 13.00 hingga waktu berbuka puasa pada Kamis (8/6) kemarin bertempat di Uni Club UIN Jakarta dan hanya terbatas untuk 40 peserta. Diskusi Publik diisi oleh empat narasumber yakni Erie Sudewo seorang social entrepreneur, Arifin Purwakananta seorang Direktur Badan Zakat Nasional (Baznas), Tatiek Kancaniati seorang pendiri Kampoeng Wisata Bisnis Tegal Waru, dan Abdul Ghofur sebagai General Manager MAI Foundation.

Salah satu narasumber Diskusi Publik, Erie Sudewo mengatakan, untuk menimbulkan social entrepreneur perlu adanya sikap maupun pelatihan terkait leadership. Karena dalam hal pengelolaan suatu aset untuk masyarakat dapat berupa infaq, zakat, dan wakaf yang mengharuskan adanya sikap yang disiplin dan cermat.

“Amil adalah suatu lembaga, bukan disebut sebagai pemilik aset yang ada di dalamnya. Akan tetapi, amil atau lembaga tersebut hanya sebagai perantara saja sehingga jangan ada rasa memiliki aset tersebut,” tegasnya.

Erie mengakhiri pembicaraannya dengan sepenggal cerita motivasi. Ternyata, dahulu Dompet Dhuafa hanya terkumpul dari uang recehan saja, akan tetapi sekarang jumlahnya mencapai milyaran rupiah.

Salah satu tenaga pekerja Kessos pada sesi tanya jawab, Rizal menanyakan terkait masalah kemiskinan di Indonesia yang menjadi penyebab masalah perekonomian, yang kemudian pertanyaan itu disangkutpautkan kepada sistem ekonomi kreatif. Pertanyaan tersebut dijawab oleh Erie Sudewo bahwa permasalahan kemiskinan adalah permasalahan yang harus dikomandoi, dalam artian suatu lembaga masyarakat memberikam hak kepada golongan tertentu, perlu adanya sikap maupun orang utusan dari lembaga untuk mengomandoi sikap, maupun tindakan masyarakat dalam hal mengelola pemberian hak tersebut. Kemudian, berkaitan dengan ekonomi kreatif adalah perlu ditanamnya sikap disiplin dalam menjalani suatu aktivitas.

(Radhina Rifa)

Comments