News‎ > ‎Berita Kampus‎ > ‎

Fakta Dibalik Aroma Hujan "Petrichor"

diposting pada tanggal 7 Feb 2018 11.32 oleh Radio RDK UIN Jakarta

Aroma hujan bagi sebagian besar orang sangat menyegarkan, terutama ketika hujan turun setelah musim kemarau. Namun apa sebenarnya yang membuat aroma hujan begitu digemari sebagian orang? Ternyata terdapat aroma yang berkaitan  dengan hujan, yang dianggap menyenangkan oleh beberapa orang.

Dilansir dari Tempo.com, salah satu aroma hujan yang segar  disebut petrichor. Bau itu akan tercium di udara ketika hujan turun setelah kemarau panjang. Istilah petrichor diciptakan oleh dua ilmuan Australia, Isabel Joy Bear dan R.G Thomas pada 1964 ketika mempelajari bau iklim basah. Beberapa tumbuhan mengeluarkan minyak selama periode kering dan ketika hujan, minyak tersebut terlepas ke udara. Reaksi kedua yang menciptakan petrichor terjadi ketika zat kimia yang dihasilkan oleh bakteri tanah actinomycetes terlepas ke udara. Senyawa aromatik ini berkombinasi untuk menghasilkan aroma petrichor yang menyegarkan ketika hujan menyentuh tanah. Bau lain yang diasosiasikan dengan hujan adalah ozon. Selama hujan petir, kilat dapat memecah molekul oksigen dan nitrogen di atmosfer yang akhirnya berkombinasi kembali menjadi nitrit oksida. Substansi ini berinteraksi dengan zat kimia lain di atmosfer untuk membentuk ozon yang memiliki bau tajam mirip klorin. Ketika seseorang mengatakan mereka dapat mencium datangnya hujan, mungkin sebenarnya orang tersebut mencium ozon dari awan yang tertiup angin dan masuk ke hidung.

Mahasiswa fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip), jurusan Ilmu Politik (Ilpol) semester dua, Zulfa Rusdiana menuturkan, ketika hujan turun deras dengan tiba-tiba maka aromanya sangat segar. Perempuan yang akrab disapa Diana ini juga senang dengan aroma tersebut. Namun ia mengaku tidak tahu pasti kejelasan alasannya. “Kejadian seperti ini karena saat hujan  turun deras tekanannya membuat debu – debu yang di tanah serta tumbuhan naik, sehingga menimbulkan aroma segar itu. Namun saya tidak tahu jelasnya apa nama aroma tersebut. Jika hujannya tidak deras, tidak akan tercium aroma segar,” terangnya.

(Shifa Ubaisilfa)

Comments