News‎ > ‎Berita Kampus‎ > ‎

Fakultas Psikologi Adakan Psyculture Ke-3

diposting pada tanggal 18 Sep 2017 19.12 oleh Radio RDK UIN Jakarta

Psyculture yakni acara perlombaan Tari Saman yang digelar tahunan, telah diselenggarakan oleh Fakultas Psikologi (F.Psi). Acara ini kembali diadakan ketiga kalinya di Teater Psikologi, F.Psi, Kampus 2 UIN Syarif Hidayatullah yang terletak di Jalan Kertamukti, Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel), pada Minggu (17/9) kemarin. Acara yang dihadiri oleh 450 orang ini berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 17.00 WIB.

Ketua Pelaksana, Kaifa Nurussama mengaku Psyculture kali ini berbeda dengan Psyculture di tahun pertama, di mana dalam pelaksanaannya digabung dengan Pentas Seni (Pensi). Tak hanya itu, yang membedakan Psyculture di tahun pertama yaitu penggunaan nama “Psyculture Fair”, namun di tahun kedua nama tersebut sudah diubah.

“Nama tersebut kita ganti, disebabkan acara Pensi sudah ditiadakan dan dialihkan ke acara Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) F.Psi,” ungkap Kaifa. “Hal ini agar Psyculture lebih fokus di perlombaan saman-nya saja,” sambungnya kembali. Tak sampai disitu, perbedaan juga meliputi perubahan dalam konsep dan jargon acara. Kaifa mengatakan, di jargon sebelumnya adalah “Let’s Dance Together With Our Culture” dan di tahun ini jargonnya ialah “Show Your Inner Self With Our Culture”.

Menyoal persiapan, Kaifa mengatakan sudah dilaksanakan sejak Agustus lalu. Kendati persiapan yang berbenturan dengan pelaksanaan Pengenalan Budaya dan Akademik Kemahasiswaan (PBAK), namun dirinya mengaku panitia tetap berkomitmen dan profesional.

“Panitia yang terdiri dari mahasiswa semester tiga dan lima ini tetap berkontribusi dengan komitmennya. Hal ini bahkan ditunjukkan dengan jumlah peserta yang meningkat dari tahun lalu,” tuturnya. Meski tahun ini adalah tahun pertama pelaksanaan Psyculture di F.Psi, namun tidak menyurutkan antusiasme peserta. Bahkan beberapa peserta baru mendaftar di saat registrasi akan ditutup, sehingga mengulur rundown yang telah ditetapkan demi memperpanjang waktu registrasi. “Semoga kesuksesan acara ini bisa ditularkan ke tahun seterusnya, serta kesalahan yang ada di tahun ini tidak terulang kembali di tahun yang akan datang,” harapnya.

Pengiring saman dari Universitas Budi Luhur, Ceh Alex mengaku yang dipentingkan dalam perlombaan saman adalah kekompakan dari tim, untuk itu sangat diperlukan latihan yang sering. Baginya, “Ala bisa karena terbiasa,” ujarnya. “Semoga usaha dari semua tim bisa terbayar dengan tampilan yang all out,” tutupnya.

(Faizah Fitriah)

Comments