News‎ > ‎Berita Kampus‎ > ‎

FDI Adakan Workshop Coach Public Speaking Bagi Mahasiswa

diposting pada tanggal 10 Apr 2017 09.38 oleh Radio RDK UIN Jakarta
Tubagus Wahyudi saat menyampaikan materi public speaking 
di aula lantai dua gedung Fakultas Dirasat Islamiyah

Fakultas Dirasat Islamiya (FDI), Senin (10/4) mengadakan pelatihan public speaking yang bekerjasama dengan Kahfi BBC Motivator School. Pelatihan ini bertempat di aula lantai dua gedung FDI dimulai pukul 08.30 hingga 12.30 WIB. Masih akan ada tujuh pelatihan lagi yang akan berlangsung hingga Mei mendatang. Namun, pelatihan ini hanya dikhususkan bagi mahasiswa semester enam serta anggota Dewan Mahasiswa (Dema).

Pelatihan pertama ini dihadiri oleh pimpinan Kahfi BBC Motivator School yang juga merupakan master public speaking Indonesia, Tubagus Wahyudi. Dalam materinya, Tubagus menyampaikan bahwa semua orang bisa talking, tapi tidak banyak yang bisa speaking, untuk itulah mengapa public speaking sangat diperlukan.

Wakil Dekan tiga Bidang Kemahasiswaan, Cahya mengungkapkan adanya pelatihan public speaking ini merupakan respons terhadap pemerintah terkait Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI). Maka dari itu, diadakanlah pelatihan ini mengingat basic di FDI adalah berceramah. Sehingga ketika lulus, mahasiswa tidak hanya memperoleh ilmu tetapi juga bisa mentransfer ilmu tersebut kepada masyarakat.

“Pelatihan public speaking ini akan dilangsungkan seminggu sekali. Besar harapan tenaga pengajar FDI agar pelatihan ini dapat membekali mahasiswa. Nantinya, akan ada motivator lainnya yang akan menjadi pemateri pada pelatihan selanjutnya, bahkan dua di antaranya merupakan alumni dari FDI,” papar Cahya.

Cahya berujar, pelatihan public speaking ini bersifat semacam ekstrakulikuler sehingga mahasiswa yang datang harus dapat memfleksibelkan sesuai jam kuliah. Nantinya, mahasiswa baru mendapat sertifikat setelah datang minimal 70 persen dari kehadiran selama delapan pelatihan.

Mahasiswi FDI semester enam, Tyas mengaku dirinya mendapat inspirasi dan pengalaman baru untuk ke depannya, sehingga lebih mengetahui cara berbicara yang baik. Kendati demikian, perempuan berkacamata ini menilai masih kurangnya keaktifan audiens dalam pelatihan kali ini. Ia berpendapat bahwa tetap akan memberi nilai sepuluh terkait kesuksesan workshop coach public speaking ini. “Semoga ilmu-ilmu yang telah diberikan dapat diaplikasikan dengan baik,” pungkasnya.

(Faizah Fitriah)

Comments