News‎ > ‎Berita Kampus‎ > ‎

Fenomena Ketindihan Saat Tidur

diposting pada tanggal 27 Des 2017 16.57 oleh Radio RDK UIN Jakarta

Setelah seharian penuh menjalankan aktivitas sehari-hari, biasanya seseorang akan tidur pada malam hari untuk menghilangkan rasa lelah. Banyak sekali manfaat yang didapatkan dari tidur di malam hari yaitu dapat mengistirahatkan fisik dan pikiran setelah seharian beraktivitas. Tetapi hal tersebut akan terganggu jika terbangun dari tidur dan mendapati diri tidak bisa bergerak dan berbicara, atau yang sering disebut dengan ketindihan saat tidur. Kejadian yang sering dikaitkan dengan hal-hal supranatural ini nyatanya merupakan fenomena ketindihan yang memiliki nama ilmiah yakni kelumpuhan tidur atau sleep paralysis.

Dosen Fakultas Sains dan Teknologi (FST),   Dasumiaty, M.Si. menjelaskan, kelumpuhan saat tidur merupakan proses dari diasosiasi fase tidur yang biasanya terjadi saat akan tertidur atau baru terbangun. Ada dua aspek yang menyebabkan kelumpuhan saat tidur, dua aspek tidur Rapid Eye Movement (REM), dimana otot-otot tubuh menjadi rileks seperti lumpuh, sementara pikiran terbangun, meskipun orang tersebut masih bermimpi dan tubuhnya tidak bisa bergerak. Dasumiaty menambahkan, ketindihan dapat menyebabkan masalah tertentu, misalnya kecemasan, sulit tidur, dan gangguan delusional atau penyakit jiwa yang serupa denga skizofenia. Orang yang pernah mengalami ketindihan memiliki tigkat kecemasan yang luar biasa. Terkadang ketindihan juga dikaitkan dengan sosok makhluk yang memiliki hubungan erat dengan kejadian tersebut, seperti seorang muslim melihat ketindihan merupakan seseorang dihantui oleh jin atau roh yang tidak terlihat.

“Hal yang membuat terjadinya fenomena ketindihan biasanya tidur berbaring dengan kondisi seperti lumpuh akan membuat sistem kewaspadaan dalam otak yang dapat menimbulkan halusinasi sesosok makhluk, tetapi semua kejadian tersebut kita serahkan kepada Allah Swt,” ujar Dasumiyati.

Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) jurusan Ilmu Hukum semester satu, Tandi Yusuf Trisakti Pasiangan mengaku sering mengalami sleep paralysis yang kerap dialaminya setiap minggu. Kejadian tersebut sangat mengganggu tidur bahkan hingga melakukan konsultasi ke medis dan non medis. Dirinya menuturkan, biasanya ketindihan dalam tidur terjadi ketika kondisi tubuh sedang kelelahan, dan kurang mendekatkan diri kepada Allah SWT.

“Melalui kejadian tersebut saya mendapatkan pembelajaran bahwa mendekatkan diri kepada Allah merupakan hal yang wajib dilakukan setiap muslim, serta menjaga kondisi tubuh juga penting,” ungkap lelaki berkacamata tersebut.

(Naila Fitri)

Comments