News‎ > ‎Berita Kampus‎ > ‎

Financial Technology Sebagai Peluang atau Tantangan?

diposting pada tanggal 1 Mei 2017 01.05 oleh Radio RDK UIN Jakarta
Setyo saat menjelaskan manfaat Fintech

Ternyata bisnis online tidak selalu hanya e-commerce, toko online ,atau situs portal berita. Ada sebuah industri baru bernama financial technology atau nama kerennya  Fintech Indonesia. Guna mengenal dan mengetahui hal itu, Pusat Perpustakaan UIN Jakarta mengadakan seminar yang bertajuk “Financial Technology (Fintech) Peluang dan Tantangan”. Kegiatan yang menghadirkan  pemateri Setyo delegasi dari Bank Indonesia ini bekerjasama dengan Bank Indonesia (BI) yang sebelumnya sudah meresmikan BI Corner di Perpustakaan UIN Jakarta.

Alasan diadakannya seminar karena semakin berkembang teknologi digital mendorong kebutuhan masyarakat yang semakin tinggi terhadap akses finansial yang lebih baik. Dalam rangka evolusi keuangan dunia yang saat ini diwarnai berbagai tren inovasi dan penggunaan teknologi yang terus menerus berkembang, teknologi ini mengubah pola perilaku individu dalam bertransaksi, termasuk memunculkan kebutuhan atas modal bisnis yang serba ringkas atau streamlined dan praktis.

Delegasi Bank Indonesia, Setyo memaparkan bahwa Fintech adalah layanan keungan berbasis teknologi untuk menjawab kebutuhan yang muncul. Dengan adanya fleksibilitas dalam memfasilitasi transaksi dalam prosedur yang sederhana, keberadaan Fintech bertujuan untuk membuat masyarakat lebih mudah mengakses produk-produk keuangan, mempermudah transaksi, dan juga meningkatkan literasi keungan. Contohnya, masyarakat hanya perlu menggunakan gadget untuk membayar listrik, membeli pulsa, membayar kredit motor, memesan makanan, bahkan transportasi.

Perusahan-perusahan Fintech didominasi oleh perusahaan startup seperti gopay, billguard, bareksa.com, dan masih banyak lagi.

Fintech dapat memberikan manfaat yaitu meningkatkan efisiensi ekonomi, mengurangi angka pengangguran, dan meningkatkan ases pelaku usaha terhadap produk keuangan. Meskipun demikian, Fintech memiliki beberapa resiko seperti peretasan atau isu cybersecurity dan masyarakat Indonesia masih harus berbentur dengan masyarakat yang gagap teknologi dengan penetrasi keungan yang masih rendah,” terang Setyo.

Mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Jurusan Perbankan Syariah semester dua bernama Mutia Nur Sholihat mengungkapkan bahwa rasa keingintahuan tentang Fintech telah terbayarkan. Mutia beranggapan, kehadiran Fintech membawa pengaruh positif terhadap kehidupan manusia dan berharap masyarakat Indonesia bisa mengambil peluang besar serta belajar menggunakan teknologi.

(Shari A)

Comments