News‎ > ‎Berita Kampus‎ > ‎

Flatari Raih Juara Satu dalam Perlombaan KMSGD se-Jabodetabek

diposting pada tanggal 29 Mei 2017 10.27 oleh Radio RDK UIN Jakarta
Tim penari Flatari saat tampil di perlombaan Milad KMSGD

Flatari, yakni kelompok tari yang merupakan program kerja (proker) milik divisi Skill Development dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Foreign Languange Association (Flat) berhasil memboyong juara satu. Kejuaraan tingkat Jabodetabek itu diraih dalam perlombaan Milad Komunitas Mahasiswa Sunan Gunung Djati (KMSGD) yang ke-53 pada Minggu (21/5), di anjungan Jawa Barat Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Ketua Flatari, Intan Qomariah menuturkan, tujuan dibentuknya Flatari adalah untuk mewadahi minat dan bakat anggota di bidang budaya, serta untuk melestarikan budaya bangsa sendiri. Terkait perlombaan KMSGD tersebut, Intan mengaku ada lima penari yang diturunkan dan tari yang ditampilkan ialah tari zapin melayu dari Riau. Intan menambahkan, penampilan Flatari mendapat apresiasi yang amat baik dari audiens. Menurutnya, hal tersebut disebabkan terdapat daya tarik tersendiri dari kostum yang dikenakan oleh penari.

“Ada banyak tarian lainnya yang diajarkan di Flatari. Selain tari zapin melayu, terdapat pula tari kreasi nusantara, lenggang nyai betawi, puspa pesona khas Tangerang Selatan, yang nantinya akan ditampilkan pada acara Flat open house. Sesudah Idul Fitri mendatang akan dipelajari tarian buchecum yakni sebuah tarian tradisional Korea Selatan,” jelas Intan.

Menyoal kegiatan perlombaan yang pernah diikut, Intan berujar baru kali pertama mengikuti lomba KMSGD ini. Namun, sebelumnya Flatari sudah pernah mengikuti perlombaan lain seperti Indonesia menari pada November lalu, serta beberapa kali tampil dalam acara UIN Jakarta, salah satunya ialah UIN Education Expo.

Banyak harapan yang dikemukakan Intan. Dirinya berharap agar dapat terus mempertahankan eksistensinya tidak hanya mewakili Flat, tetapi juga mewakili UIN atau bahkan Indonesia dalam ajang yang lebih besar lainnya, mampu menginspirasi mahasiswa lain untuk melestarikan budaya, dan menjadi sarana untuk menyampaikan bahasa lewat seni dan tarian nusantara.

Sementara itu, penari Flatari yang tampil dalam perlombaan KMSGD, Nurotun Aeni mengatakan bahwa penampilan tari zapin melayu tersebut telah dikreasikan dari gerakan pola lantainya, namun tetap tidak merubah keaslian dari tarian tersebut. Hanya saja, pengkreasian ini bertujuan untuk membuat tarian terkesan lebih unik. Aeni berharap dengan diraihnya juara satu penampil terbaik, dapat menjadi motivasi untuk lebih giat dan semangat dalam berkreasi khususnya dalam seni tari, serta dapat terus menorehkan prestasi dan selalu menjaga kekompakan.

(Faizah Fitriah)

Comments