News‎ > ‎Berita Kampus‎ > ‎

Gedung Baru FEB Resmi Telah Dibangun

diposting pada tanggal 23 Agt 2017 16.53 oleh Radio RDK UIN Jakarta
Lahan pembangunan gedung baru FEB UIN Jakarta

UIN Jakarta sebagai salah satu universitas terbaik di Indonesia, berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas dari segi akademik, kemahasiswaan, juga sarana dan prasarana kampus. Perluasan sarana dan prasarana kampus seyogyanya dilakukan untuk menampung mahasiswa yang jumlahnya sangat banyak. Setiap tahunnya saja, UIN Jakarta menerima sekitar 5000 mahasiswa walaupun ada 100 ribu orang yang mendaftar.

Fakta tersebut menandakan, banyaknya mahasiswa akan menjadi masalah baru jika wadah perkuliahannya tidak ditingkatkan. Maka, pihak UIN Jakarta sejak bulan April lalu sudah mulai menggusur lahan di tanah milik kampus untuk rencananya menjadi gedung baru Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) dan Rabu (23/8) rencana gedung baru FEB resmi dilakukan dan peletakkan batu pertama juga dihadiri oleh Rektor UIN Jakarta, Prof.Dr. Dede Rosyada, MA.

Menanggapi pembangunan gedung baru FEB yang resmi dilaksanakan, kepala sub bagian rumah tangga UIN Jakarta, Abdul Halim mengatakan, perluasan gedung dilakukan untuk menambah daya tampung mahasiswa. “Sebab, wilayah kampus UIN Jakarta khususnya di kampus 1 telah begitu padat sehingga menjadi masalah tersendiri,” terang Halim. Halim menambahkan, Rektor UIN Jakarta sendiri telah menginstruksikan pembangunan gedung baru sejak lama, namun masih banyak kendala sehingga tidak bisa mengikuti masterplan yang dipersiapkan.

Gedung baru FEB sendiri sebenarnya sudah dibuat sejak lama, namun akhirnya gedung tersebut dijadikan milik Fakultas Adab dan Humaniora FAH, karena Dekan FAH Prof. Dr. Sukron kamil, M.Ag., meminta gedung tersebut karena akan dibuat jurusan baru. Untuk pendanaan sendiri, Halim tidak bisa menjelaskan dengan rinci, namun sumbernya berasal dari anggaran kementerian agama tahun 2017.

Berbeda dari pernyataan Abdul Halim, warga sekitar pembangunan gedung baru FEB yang enggan disebutkan namanya mengatakan, sejak penggusuran lahan di daerah pisangan untuk pembangunan gedung baru mengganggu sekali mobilitas warga setempat. “Sebab, akses yang biasanya dilakukan dengan lancar sekarang harus melewati madrasah pembangunan MP UIN Jakarta dulu,” ungkapnya. Jalan untuk mencapai MP pun tidak diperbaiki dan dibirakan begitu saja, membuat kendaraan yang melintas sangat terganggu. Dirinya berharap, akses sekitar dapat diperbaiki dan pembangunan yang rencananya rampung akhir 2017 ini akan lancar.

Fathur Alfarizi

Comments