News‎ > ‎Berita Kampus‎ > ‎

Hamdani : HKI dalam Lingkup Kampus Sangat Penting

diposting pada tanggal 13 Feb 2017 16.07 oleh Radio RDK UIN Jakarta
Narasumber sedang memaparkan materi Hak Kekayaan  Intelektual

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Jakarta, Senin (13/2) menggelar "Diseminasi Informasi Percepatan Publikasi Terindeks dan HKI" di Auditorium Harun Nasution. Acara yang diselenggarakan mulai pukul 09.00-12.30 WIB ini diisi oleh beberapa narasumber yaitu ketua sentra Hak Kekayaan Intelektual (HKI) Dedi Sulaiman, khalifah Mediatama Hamdani, dan konsultan HKI sentra UIN Jakarta Setya Darma. Acara tersebut dapat terselenggara berkat kerjasama Rektor UIN Jakarta Dede Rosyada dengan LP2M.

Ketua sentra HKI, Dedi Sulaiman mengatakan, ruang lingkup HKI di perguruan tinggi meliputi buku, ceramah, drama, seni rupapeta, alat peraga atau penunjuk kiblat, terjemahan, dan lainnya. Menurut Dedi, tujuan melindungi karya cipta kepada HKI agar tidak diklaim oleh orang lain. Namun, terdapat karya yang menjadi pengecualian yaitu karya yang bersifat universal seperti judul buku dan lagu. berkaitan dengan conflict interest, jika terdapat suatu karya yang memiliki kesamaan otentik maka salah satu harus ditarik atau diproses di pengadilan.

“Karena Indonesia merupakan pemegang hak paten yang rendah di dunia, hal ini menjadi kendala dalam klaim sebuah karya. Jadi, bagi orang yang melapor klaim pertama kali dalam karya cipta, maka orang tersebut dianggap pemegang hak cipta. Kecuali jika terdapat pihak lain yang membuat klaim dengan bukti yang kuat,” jelas Dedi.

Khalifah Mediatama, Hamdani mengatakan, HKI dalam lingkup kampus sangatlah penting. Berdasarkan data yang dimilikinya, setiap tahun terdapat 400 lebih karya penelitian dosen. Namun, tidak satupun karya dipublikasikan meski hampir 99% dibutuhkan masyarakat. Menurutnya, hal tersebut dapat terjadi karena tidak adanya fasilitas yang diberikan seperti anggaran dan tim penerbit. 

“Sia-sia jika ada penelitian atau karya yang tidak dapat bermanfaat bagi masyarakat luas. Apabila semua karya yang dibuat para dosen dapat difasilitasi dengan maksimal, maka bukan tidak mungkin manfaat tersebut dapat terasa, tidak hanya kepada kampus namun juga kepada masyarakat,” tutur Hamdani.

(Fathur Alfarizi)

Comments