News‎ > ‎Berita Kampus‎ > ‎

Hargai Bumi dengan Tanam Pohon Mahoni

diposting pada tanggal 7 Mei 2017 10.38 oleh Radio RDK UIN Jakarta

Jumlah kawasan hijau semakin hari semakin mengalami penurunan. Hal ini karena minimnya kepedulian masyarakat dan pengetahuan tentang pentingnya fungsi pohon pada suatu wilayah. Keperihatinan inilah yang mendasari Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) memilih tanam pohon sebagai salah satu upaya menjaga lingkungan dan wujud mahasiswa dalam mengabdi kepada masyarakat. Menutup perhelatan closing Comunication Festival (Comfest) 2017 dan peringatan Hari Bumi pada April lalu, HMJ KPI Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fdikom) UIN jakarta menyelenggarakan charity penanaman pohon mahoni di Taman Hutan Raya, Pesanggrahan Carita, Pandeglang, Banten Sabtu (6/5) lalu.

Penanggung jawab charity, Naufal Iqbal Pratama mengungkapkan, konsep charity kali ini adalah reboisasi hutan dengan pohon mahoni. Pemilihan Taman Hutan Raya sebagai tempat penanaman dikarenakan tempat ini digadang-gadang sebagai lokasi pengungsian, sebagai bentuk kewaspadaan antisipasi terhadap  bencana tsunami yang berpotensi terjadi di kawasan Carita.  Pemilihan pohon mahoni sendiri dikarenakan mahoni mampu tumbuh kokoh dan menjadi garda yang kuat bagi bencana sekelas tsunami. Saat disinggung soal peran mahasiswa dalam memperingati Hari Bumi, Naufal memaparkan charity ini dipandang penting yang tidak hanya bermanfaat bagi sesama manusia, tetapi juga bagi makhluk hidup lainnya, sehingga dapat tercipta keseimbangan ekosistem yang sempurna.

Salah satu anggota HMJ KPI yang turut dalam prosesi tanam pohon, Muhammad Fahmi mengatakan mengalami kesulitan saat prosesi penanaman dikarenakan turun hujan yang membuat tanah menjadi licin. Meski harus berkali-kali terpeleset dan berkotor-kotoran, dirinya mengaku senang mengikuti rangkaian kegiatan.

“Dalam memperingati Hari Bumi, seorang mahasiswa sudah seharusnya mampu menjadi contoh dan pelopor bagi masyarakat mulai dari hal terkecil seperti menghemat listrik, membuang sampah pada tempatnya, sampai mengurangi penggunaan kendaraan bermotor. Hal tersebut sebagai wujud  penghargaan terhadap bumi agar tetap terjaga kelestariannya sampai kegenerasi selanjutnya,” tutur Fahmi.

(Syarifatul Adibah)

Comments