News‎ > ‎Berita Kampus‎ > ‎

Hari Hijab Sedunia, Mahasiswa Berikan Tanggapan

diposting pada tanggal 1 Feb 2018 16.16 oleh Radio RDK UIN Jakarta
World Hijab Day diperingati sejak tahun 2013 - (source: Google)

Hari Hijab Sedunia pertama kali digelar tahun 2013. Dicetuskan oleh seorang warga New York kelahiran Bangladesh, Nazma Khan yang mempunyai keinginan untuk membangun toleransi antar umat beragama dan pemahaman dengan mengajak perempuan non-muslim, serta perempuan muslim yang tidak biasa menggunakan hijab untuk mencoba bagaimana rasanya menggunakan penutup kepala selama satu hari. Namun dengan menyerukan perempuan non-muslim untuk menggunakan hijab, apakah langkah ini dapat meningkatkan toleransi dan saling memahami? Menjawab hal ini, mahasiswa UIN Jakarta pun memberi tanggapannya.

Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikas (Fdikom), jurusan Jurnalistik semester dua, Millatina Sri Rahmawati berpendapat, wanita sekarang yang khususnya di UIN sendiri belum benar-benar istiqomah dalam memakai hijabnya. Kendati demikian, beberapa lainnya sudah istiqomah. “Semoga wanita yang sekiranya masih belum sadar atas kewajibanya untuk berhijab, semoga dibukakan hatinya agar sadar untuk memakai hijab. Semoga akhwat-akhwat di UIN maupun di Indonesia bisa istiqomah dalam berhijab,” harapnya.

Sama halnya dengan Millatina, Aisyah Nurmalasari, mahasiswa Jurnalistik semester dua beranggapan, perayaan Hari Hijab Sedunia itu bagus. Namun jangan hanya dijadikan sebagai plakat saja, tetapi harus dibarengi juga dengan aksi nyata, seperti seminar. “Hal ini agar mereka yang belum benar dalam mengenakan hijabnya, dan mereka yang belum merasa bahwa berhijab itu bukan merupakan suatu kewajiban untuk dapat lebih memahami,” ungkapnya.

(Anggara Purissta Putra)

Comments