News‎ > ‎Berita Kampus‎ > ‎

Haris Asad : Karangan Buya Hamka Sangat Berkaitan Dengan Kejadian Saat Ini

diposting pada tanggal 29 Mar 2017 16.05 oleh Radio RDK UIN Jakarta

Lembaga Dakwah Kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (LDK Syahid) Rabu (29/3) sore menggelar kajian bernama Ta’lim Level Jundi. Kegiatan ini dilaksanakan dari pukul 16.00 hingga 18.00 WIB di teater lantai enam Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fdikom). Ta’lim yang mengusung tema Ghirah Islam ini kedatangan pembicara yaitu Ustadz Suherman dan mengundang seluruh kader LDK Syahid baik ikhwan maupun akhwat. Acara yang dicetuskan oleh LDK Syahid pusat ini dilaksanakan di Fdikom sebagai tuan rumah kegiatan ta’lim.

Ketua koordinator Divisi Kaderisasi LDK Syahid, Haris Asad Al-Quds mengatakan,  Ta’lim Level Jundi diselenggarakan karena sangat bergesekan dengan fenomena yang terjadi di lingkup masyarakat. Intisari di dalam ta’lim tersebut membahas buku karangan Buya Hamka berjudul Ghirah Islam yang sangat berkaitan bahkan hampir sama dengan kejadian-kejadian yang timbul saat ini.

“Cara-cara yang dilakukan umat lain untuk merusak dan menghancurkan agama serta umat Islam, sebenarnya sama seperti zaman-zaman dahulu. Hanya saja, umat muslim mungkin jarang sekali membaca buku atau memahami Al-Quran sehingga menganggap kejadian-kejadian yang ada di kalangan masyarakat luas terasa baru,” papar Haris. Padahal, tegas Haris, jika mau memahami isi dari buku tersebut, kita sudah dapat mengetahui solusi dan sikap yang harus diambil untuk menyikapi fenomena-fenomena yang ada di masyarakat.

Pernyataan juga dilontarkan oleh mahasiswa semester dua Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fdikom, Nasywa Alfaruqi. Dirinya yang mengikuti Ta’lim Level Jundi mengatakan, kegiatan tersebut pada dasarnya membahas buku karangan Buya Hamka. Namun, konten di dalam buku tersebut sangat relevan dengan kondisi yang ada saat ini sehingga seakan-akan buku tersebut baru terbit kemarin. Menurutnya, ta’lim tersebut membahas bagaimana umat Islam merasa cemburu jika agamanya diusik. Nasywa beranggapan, masyarakat muslim sekarang sudah tidak memiliki ghirah atau rasa cemburu.

“Rasa cemburu dalam artian tidak lagi memiliki rasa malu. Umat muslim sekarang dengan berani mengumbar-umbar auratnya terutama kaum perempuan. Maka dari itu hilangnya ghirah berarti hilangnya iman,” tegas pria berkacamata tersebut.

(Fathur Alfarizi)

Comments