News‎ > ‎Berita Kampus‎ > ‎

Hasil Laborarotium Menunjukkan Mahasiswa UIN Jakarta Negatif Difteri

diposting pada tanggal 27 Des 2017 16.47 oleh Radio RDK UIN Jakarta

Infeksi sauran pernapasan dan tenggorokan yang disebabkan infeksi bakteri Corynobacterium Diphtheriae sangat berbahaya.  Penyebaran bakteri ini dapat terjadi terutama bagi orang yang tidak mendapatkan vaksin difteri, karena difteri merupakan salah satu penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.Wabah difteri kian membahayakan. Setiap hari korban akibat wabah difteri terus bertambah. Kejadian luar biasa ini merupakan salah satu wabah yang mematikan, salah satunya korbannya yakni mahasiswa UIN Jakarta, Auffatul Khuzzah yang diduga terkena difteri.

Hubungan Masyarakat (Humas) UIN Jakarta, Feni Arifiani mengatakan benar mahasiswa bernama Auffatul Khuzzah meninggal pada Minggu (24/11) lalu akibat terserang penyakit, dan dimakamkan di daerah asalnya Labuan, Banten. Aufattul merupakan mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Pendidikan semester lima, belakangan diketahui jika mengidap difteri dan dirawat di rumah sakit daerah Banten. Tetapi berdasarkan hasil pemeriksaan lebih lanjut di laboratorium, Auffatul Khuzzah negatif difteri. Ini berdasarkan hasil Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementrian Kesehatan (Kemenkes).

“Alhamdulilah hasil dari penelitian lebih lanjut negatif difteri, tetapi sebagai masyarakat kita semua tetap waspada difteri karena wilayah Tangerang Selatan masuk kedalam wilayah yang perlu diwaspadai penyebaran bakteri,” tutur Feni.

Mahasiswa FITK, Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) semester tiga, Dita Arti Septiani mengaku kenal dengan Auffatul, dan terakhir bertemu pada awal Desember. Auffatul merupakan sosok anak yang periang, peduli dan friendly. Dita mengatakan, sebagai sosok seorang kakak saat khas pada diri Auffatul, sehingga membuat dirinya dan teman-temannya merasa kehilangan yang mendalam. Dita menambahkan, sebagai mahasiswa langkah yang tepat untuk menyikapi permasalahan tersebut yakni mahasiswa lebih peka, peduli terhadap kesehatan, serta mengurangi konsumsi makanan dengan bubuk cabe, jajanan sembarangan, dan bercampuran dalam makan minum dalam satu wadah.

“Walaupun kejadian tersebut dinyatakan negatif, tetapi sebagai mahasiswa kita tetap perlu waspada dan menjaga kesehatan dengan baik,” ungkap Dita.

(Naila Fitri)

Comments