News‎ > ‎Berita Kampus‎ > ‎

Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik Gelar Diskusi Lapak Politik

diposting pada tanggal 15 Mar 2017 10.34 oleh Radio RDK UIN Jakarta

Rabu (15/3), Himpunan Mahasiswa (Hima) Ilmu Politik UIN Jakarta menyelenggarakan diskusi bernama Lapak Politik. Diskusi tersebut membahas tema “Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN BH)” yang sekarang menjadi topik hangat khususnya di lingkup civitas academica UIN Jakarta. Terdapat dua narasumber penting yaitu Pemerhati Pendidikan Darmaningtyas dan perwakilan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Robie Khoilurrahman. Diskusi lapak politik tersebut diselenggarakan dari pukul 15.30-18.00 WIB di selasar gedung Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Fisip UIN Jakarta.

Ketua Departemen Opini dan Informasi Hima Ilmu Politik, Reno Meidi Fikri mengatakan, Lapak Politik merupakan kegiatan unggulan Hima Ilmu Politik semenjak kampanye dahulu. Lapak Politik adalah sebagai acara besar untuk membuka program-program kerja Hima Ilmu Politik. Reno menuturkan, topik PTN BH diambil karena melihat urgensinya yang semakin hangat.

“Maka dari itu, Ketua dan Wakil Ketua umum Hima Ilmu Politik mengusulkan topik PTN BH sebagai tema pada diskusi pertama ini,” terangnya. Isu tersebut juga semakin berkembang di kalangan mahasiswa UIN Jakarta saat liburan semester, sehingga kritik dan sikap mahasiswa menjadi berkurang. Reno mengungkapkan, diskusi Lapak Politik ini dilaksanakan baru pada masa kepengurusan Hima Ilmu Politik yang baru, dan menjadi pembuka dari kegiatan-kegiatan lainnya. “Jika kedepannya terdapat topik yang patut untuk didiskusikan, maka Hima Ilmu Politik akan membahasnya dalam Lapak Politik,” tambah lelaki bertubuh gempal tersebut. Reno menjelaskan, teknis diskusi ini adalah dua arah agar tidak pasif antara narasumber dan peserta diskusi.

Sejalan dengan pernyataan Reno, Ketua Departemen Penelitian dan Pengembangan Hima Ilmu Politik, Anisa Nur Rohmah memaparkan, Hima Ilmu Politik hanya menyediakan sarana sebab memang isu PTN BH sedang bergejolak. Dalam pembahasannya, akan dijelaskan PTN BH secara umum karena masih banyak mahasiswa yang tidak mengetahui. Namun, terdapat kajian lebih mendalam tentang pembayaran dalam sistem PTN BH yang dapat memberatkan serta memudahkan di situasi yang berbeda.

Anisa beranggapan, mahasiswa jangan menganggap PTN BH sebagai langkah mundur, tetapi juga sebagai kemajuan sehingga penjelasan dari pakar akan sangat membantu dalam menentukan sikap. Terkait sasaran, Anisa menuturkan pada awalnya Lapak Politik hanya ditujukan untuk mahasiswa Fisip saja. Namun  sangat diharapkan mahasiswa di fakultas lain juga dapat berpartisipasi.

“Harapannya, setelah Lapak Politik terdapat diskusi lain tentang kondisi nasional yang menarik untuk dibahas,” tutupnya.

(Fathur Alfarizi)

Comments