News‎ > ‎Berita Kampus‎ > ‎

Himpunan Mahasiswa Primordial Jaga Eksistensi Budaya

diposting pada tanggal 20 Nov 2016 07.29 oleh Radio RDK UIN Jakarta


Himpunan mahasiswa primordial yang berada di seputar UIN Jakarta berusaha menjaga eksistensi budayanya meski jauh dari kampung halaman. Banyak cara yang dilakukan seperti membentuk sanggar tari, membuat forum kajian, disnatalis dan lain-lain. Seperti yang dilakukan oleh Himpunan Mahasiswa Lampung Tangerang Selatan (HML Tangsel) dan Himpunan Mahasiswa Bogor (HIMABO).

Anggota Saggar Tari Mulei Meghanai milik HML Tangsel, Peni Anggraeni memaparkan sebagai mahasiswa yang berasal dari daerah sudah seharusnya memperkenalkan kebudayaan daerahnya  kepada daerah lain bukan malah lupa akan budaya sendiri. “Latihan tari daerah membuat mahasiswa asal Lampung lebih mencintai kebudayaannya, bahkan ada yang sebelumnya tidak bisa menari dan disini kami sama-sama belajar,” ujar Peni, Sabtu (19/11).

Anggota HIMABO, Ahmad Fauzi menjelaskan, dalam menjaga eksistensi kebudayaan daerah Bogor, mereka sering mengadakan forum kajian keilmuan untuk meningkatkan kualitas anggota dan meningkatkan daya kritis.

“Forum kajian biasa dilakukan setiap Jumat malam, usai ngaji bersama,” tutur Ahmad Fauzi. Ia menjelaskan, selain forum kajian mereka juga mengadakan acara disnatalis himpunan setiap tahunnya, yang mengundang himpunan-himpunan primordial lain.

 


(oleh: Siti Fatimah)

Comments