News‎ > ‎Berita Kampus‎ > ‎

Hiqma Beri Pembekalan Manajemen Organisasi Lewat TMO

diposting pada tanggal 22 Mei 2017 20.53 oleh Radio RDK UIN Jakarta
Cata Hiqma sedang menerima materi manajemen organisasi


Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Himpunan Qori dan Qori’ah Mahasiswa (Hiqma) mengadakan pembekalan seputar manajemen organisasi melalu Training Manajemen Organisasi (TMO). Kegiatan ini berlangsung sejak Kamis (18/5) hingga Minggu (21/5) dan bertempat di bilangan Cinaraga, Sukabumi, Jawa Barat. Kegiatan TMO dikhususkan bagi calon anggota (cata) Hiqma setelah sebelumnya berhasil melewati training kader (trik) selama sepuluh minggu.

Ketua pelaksana TMO Hiqma, Ahmad Sujud Murtadlo mengatakan bahwa acara ini diikuti oleh 147 peserta. Terkait persiapan acara, ia mengaku sudah dipersiapkan sejak Januari lalu. Lebih jauh Sujud memaparkan, kegiatan TMO ini digagas untuk memberi pelatihan pada cata mengenai bagaimana menyelenggarakan suatu kegiatan. Pada hari pertama, cata mendapat pemberian materi dan workshop. Hari kedua, terdapat sebuah simulasi di mana cata akan dihadapkan dengan ilustrasi cerita, tentang bagaimana tahapan dalam membuat acara, mulai dari membuat proposal hingga kesiapan acara pada hari H.

“Setalh semua terlewati, barulah kemudian cata tersebut diinformasikan lulus pada TMO, baik lulus bersyarat maupun tidak. Namun status mereka tetap cata sampai proses pelantikan pada September mendatang,” katanya.

Menyoal tujuan yang diusung, Sujud berujar, tujuan sesungguhnya yaitu agar kader Hiqma bukan hanya paham tentang skill di bidang seni Islami dan tilawah, namun juga paham cara mengurus sebuah organisasi. Ia berharap agar cata saat ini dapat lebih baik lagi dari angkatan-angkatan sebelumnya.

Anggota divisi acara, Khoirul Habibi menuturkan, yang membedakan antara TMO tahun ini dengan tahun lalu yaitu ada pada ilustrasi yang diberikan di hari ketiga dan keempat. Tahun lalu, ilustrasi yang diberikan seperti ketua pelaksana sebagai presiden, sehingga mekanisme dalam melaksanakan simulasinya terlalu luas. Oelh karena itu di tahun sekarang ilustrasi dipersempit menjadi seputar UIN. Ketua pelaksana berperan sebagai rektor dan divisi acara sebagai wakil rektor. Dengan begitu, cata akan mudah memahami alur mengajukan permohonan kegiatan dan sebagainya.

Terkait antusiasme peserta, Khoirul mengaku cata Hiqma cukup cepat menangkap materi yang diberikan sehingga saat melakukan simulasi tidak mengalami kesulitan.

“Sistem simulasi sendiri dilakukan perkelompok. Terkait kendala yang dihadapi masih dapat tertangani sehingga tidak menghambat jalannya acara. Saya berharap agar ilmu yang telah diperoleh dapat diterapkan cata Hiqma dalam kegiatan selanjutnya yakni Pagelaran Seni Islam,” imbuh Khoirul.

(Faizah Fitriah)

Comments