News‎ > ‎Berita Kampus‎ > ‎

HMJ BPI Gelar Kuliah Umum “Bimbingan Pra-nikah Generasi Milenial”

diposting pada tanggal 11 Sep 2017 08.12 oleh Radio RDK UIN Jakarta
Mohka sedang menyampaikan materi di depan audiens

Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Bimbingan dan Penyuluhan Islam (BPI), Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM) telah menyelenggarakan kuliah umum bertajuk “Bimbingan Pra-nikah Generasi Milenial”, yang berlangsung di Teater Prof. Dr. Aqib Suminto, Lantai 2 gedung FDIKOM, Senin (11/9). Acara yang bekerjasama dengan Let’s Grow Up Community ini dimulai pukul 08:00 WIB hingga 12:00 WIB. Dengan jumlah peserta yang hadir mencapai 300 orang, ruang Teater tersebut sukses dibuat membludak. Acara ini dimoderatori oleh dosen BPI, dan tiga pembicara yakni penulis buku Cintapedia, Edwin Nofsan Naufal, penulis buku Yakin Dia Jodohmu?, Yunda Fitrian, serta Alumni King Saud University, Mohammad Kamiluddin.

Dalam penyampaiannya, Mohammad Kamiluddin atau yang disapa Mohka mengungkapkan, “Jika sudah yakin terhadap seseorang bahwa ia adalah jodoh kita, maka berdoalah untuk orang tersebut.” Tak sampai disitu, Mohka juga melafalkan doa tersebut.

 “Doa saya begini sewaktu melihat jodoh yang saat ini menjadi istri saya, Yaa Allah, jika ia jodohku maka dekatkanlah ia dengan cara-Mu, namun jika ia bukan jodohku, maka dekatkanlah ia dengan lelaki yang lebih baik dariku,” tuturnya. “Dan Alhamdulillah sekarang jadi istri saya,” tambahnya.

Menurut Mohka, kunci utama di dalam menjalin sebuah hubungan dengan calon keluarga pasangan ialah keterbukaan. “Saat dulu saya bertemu calon keluarga pasangan, saya ditawari minum teh oleh Ibunya istri,” ungkapnya. “Tapi saya tolak, saya bilang saya tidak suka teh. Saya suka kopi,” sambungnya kembali.

 Kemudian Mohka menjelaskan, hal tersebut memang terkesan kurang ramah di budaya masyarakat Jawa. Namun menurutnya hal itu perlu. “Karena nantinya, saat saya mengiyakan untuk minum teh di hari pertama bertemu, seterusnya saya akan disuguhkan teh. Padahal saya tidak suka. Begitu pula saat dimasakkan oleh pasangan makanan yang tidak kita sukai, sebaiknya langsung jujur. Agar seterusnya tidak akan terlibat dalam kepura-puraan,” tutur Mohka. Baginya, untuk mengawali hubungan yang baik, keterbukaan ialah sebuah keharusan.

Sementara itu, Ketua HMJ BPI, Muhammad Milzam Al-Faruqi mengemukakan alasan yang melatarbelakang diselenggarakannya kuliah umum ini. “Karena saya ingin, kita mahasiswa yang kelak akan memunculkan generasi baru, mampu memperoleh bekal yang kelak dapat menghindari dari kehancuran dalam berumahtangga,” ungkapnya.

Milzam mengaku acara ini sudah dipersiapkan sejak Agustus lalu. Kendati ini merupakan kuliah umum tentang pra-nikah perdana dari HMJ BPI, namun antusias peserta sangat di luar ekspektasi. “Peserta yang datang melebihi target kita, yaitu 250 peserta. Kebanyakan peserta adalah mahasiswa FDIKOM, namun kita khususkan bagi mahasiswa BPI semester satu hingga tujuh,” terangnya.

 “Saya berharap agar kuliah umum ini dapat memberikan gambaran bagi mahasiswa, supaya tidak salah mengambil langkah dalam suatu hubungan. Dan intinya saya ingin menyampaikan, bahwa untuk berkomitmen dalam pernikahan itu tidak main-main dan asal-asalan,” tutup Milzam.

(Faizah Fitriah)

Comments