News‎ > ‎Berita Kampus‎ > ‎

HMJ Kessos Siap Langsungkan Perak 2017

diposting pada tanggal 14 Agt 2017 10.24 oleh Radio RDK UIN Jakarta

Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Kesejahteraan Sosial (Kessos) Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fdikom), siap rayakan ulang tahun jurusan melalui acara Pekan Raya Kesejahteraan Sosial (Perak) 2017 yang akan dilangsungkan September mendatang. Perak 2017 yang bertemakan “Welfare for a Better Future” ini memiliki 5 rangkaian acara yang nantinya akan diakhiri dengan closing ceremony pada 15 September.

Ketua HMJ Kessos, Naufal Fahri mengatakan, pemilihan tema tersebut telah disepakati oleh pengurus dan panitia, karena output yang akan dihasilkan oleh acara ini adalah kesejahteraan sosial untuk masa depan yang lebih baik, di mana tema tersebut tercerminkan dalam rangkaian kegiatan yang telah disusun. Output tersebut dapat diaplikasikan baik oleh mahasiswa Kessos, Fdikom, UIN Jakarta, maupun masyarakat umum secara keseluruhan,” terang Naufal. Lebih jauh, Naufal mengatakan, 5 rangkaian kegiatan yang bernafaskan nilai-nilai kesejahteraan sosial antara lain diskusi publik tentang bisindo bagi tunarungu, penanggulangan disaster, serta pengobatan gratis bagi anak jalanan melalui uang penjualan tiket closing ceremony. Tak sampai di situ, kegiatan lain seperti Kessos UIN Cup yakni futsal juga akan diadakan.

Selain itu, Naufal menambahkan, perbedaan konsep di tahun ini dengan tahun sebelumnya tidak jauh berbeda. Hanya saja, menurut Naufal, persiapan Perak 2017 ini dilaksanakan lebih awal sehingga menghasilkan persiapan yang matang. Bagi Naufal, untuk sebuah acara besar maka dibutuhkan persiapan yang optimal. Ia berujar, sejauh ini persiapan sudah sangat baik, mengingat agenda dalam rangkaian acara sudah terorganisir dengan baik. “Semoga nantinya acara ini mampu membuat mahasiswa menerapkan nilai-nilai kesejahteraan sosial di dalam kehidupan bermasyarakat,” harap Naufal.

Sementara itu, ketua pelaksana Perak 2017, Teguh Ananda memaparkan, tujuan yang hendak dicapai dalam pelaksanaan acara ini adalah untuk menambah wawasan kesejahteraan sosial yang bermanfaat bagi mahasiswa UIN, khususnya mahasiswa Kessos melalui rangkaian acara yang telah dipersiapkan. “Kendala tersulit itu waktu untuk mempersiapkan acara yang berbarengan dengan hari raya Idul Fitri, libur semester, serta persiapan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK), sehingga membuat panitia mengalami kesulitan dalam membagi waktu,” ujar Teguh. Kendati demikian, Teguh tetap berharap agar acara ini mampu menjadi penggerak hak-hak bagi kaum difabel, juga dapat meningkatkan kesadaran mahasiswa dalam menghadapi perbedaan.

Faizah Fitriah

Comments