News‎ > ‎Berita Kampus‎ > ‎

HMJ KPI Adakan Studium General Tentang New Media

diposting pada tanggal 12 Sep 2017 11.08 oleh Radio RDK UIN Jakarta

Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) sebagai salah satu jurusan di Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fdikom), selalu bergesekan dengan hal-hal mengenai broadcasting, public speaking, dan lainnya. Internet yang merupakan salah satu bentuk media yang popular di kalangan masyarakat, tentunya menjadi perhatian khusus di dalam perkembangannya. Melihat hal tersebut, maka Himpunan Mahasiswa Jurusan KPI mengadakan studium general bertajuk “Penetrasi Pesan Dakwah Melalui New Media”, dan diisi oleh dua narasumber. Narasumber tersebut yakni Drs. Mauludin Anwar, M.Si selaku news manager Liputan 6 SCTV, dan Muhammad Hizbullah, MA selaku pembawa acara Serambi Islam TVRI. Selain itu, moderator dalam forum tersebut diisi oleh Umi Musyarofah, MA yang juga notabenenya adalah dosen Fdikom. Acara yang terlaksana di teater 2 Fdikom ini, berlangsung pada Rabu (13/9), sejak pukul 08.30 WIB hingga 11.30 WIB.

Narasumber pertama pada studium general memaparkan materinya tentang new media. “UIN Jakarta yang menjadi kampus Islam di Indonesia, pastinya berfokus pada dunia dakwah pada penyiarannya. Berbicara tentang dakwah, kita bisa melihat pendakwah-pendakwah saat ini yang sangat memanfaatkan new media,” tutur Drs. Mauludin Anwar, M.Si.

“Berdakwah pada new media ini, misalnya ustadz-ustadz yang sering kita lihat di youtube, instagram, atau facebook. Itu adalah cara baru dalam penyebaran ilmu-ilmu agama memanfaatkan new media,” tambah pria berkacamata tersebut.

Sedikit berbeda pembahasan, narasumber kedua pada studium general jurusan KPI, Muhammad Hizbullah, MA menerangkan tentang perbandingan dunia internet dan televisi. Dirinya mengatakan bahwa masih banyak orang-orang di luar sana yang menganggap kalau berdakwah itu hanya dilakukan dari masjid ke masjid saja.

”Padahal, dakwah telah mengalami perubahan drastis sekarang ini. Dunia televisi sudah mulai ditinggalkan masyarakat, dan berpindah ke sosial media populer,” ujar Hizbullah yang juga alumni KPI UIN Jakarta.

Ia juga mengatakan, pemanfaatan new media bahkan hampir mematikan industri televisi. Untungnya, TVRI sebagai televisi nasional tidak terpengaruh oleh hal tersebut,” candanya disela-sela acara.

(Fathur Alfarizi)

Comments