News‎ > ‎Berita Kampus‎ > ‎

HMJ KPI Gelar Seminar P4GN

diposting pada tanggal 8 Mar 2017 16.57 oleh Radio RDK UIN Jakarta   [ diperbarui8 Mar 2017 16.59 ]
Suasana penyuluhan NAPZA oleh Dra. Zahrotun Nihayah, M,Si

Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fdikom) mengadakan seminar untuk seluruh mahasiswa Fdikom, Rabu (8/3). Seminar yang bertajuk “Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) diadakan di Teater Prof. Dr. H. Aqib Suminto lantai dua. Seminar kali ini menghadirkan pembicara dosen Fakultas Psikologi UIN Jakarta,  Dra. Zahrotun Nihayah, M.Si dan Kepala Pusat Penyuluhan Kementerian, Dra. Tati Nugrahati, SE., M.Si.

Ketua pusat pelayanan psikologi UIN Jakarta, Dra. Zahrotun Nihayah, M.Si mengatakan, pengguna  narkotika, alkohol, psikotropika, dan zat adiktif (NAPZA) pada kalangan mahasiswa dan pelajar terdiri dari 10 ribu pengguna dari total 115ribu pelajar di Indonesia pada rentang usia 16 hingga 24 tahun. Penyebab digunakannya NAPZA oleh mahasiswa yaitu faktor lingkungan, keluarga, ataupun diri sendiri.

“Biasanya mahasiswa yang terus menerus mengkonsumsi obat-obatan terlarang menjadi ketergantungan. Semua berasal dari coba-coba kemudian untuk hiburan, dan akhirnya menggunakan secara teratur. Apabila tidak mengkonsumsi kembali maka akan menjadi depresi dan berhalusinasi,” jelas wanita kelahiran Tuban Jawa Timur tersebut. Ia menjelaskan golongan NAPZA untuk narkoba yang terdiri dari empat golongan seperti heroin, kokain dan ganja. Psikotropika juga terdiri dari empat golongan seperti ekstasi dan amfetamin. Zat adiktif terdiri dari alkohol, inhalasi, dan nikotin. Zahrotun menambahkan, pencegahan dapat dilakukan melalui kontrol sosial, moral, dan psikologi sehingga dapat menurunkan jumlah pengguna NAPZA.

Presiden HMJ KPI, Sa’dallah mengatakan, seminar yang bekerjasama dengan Kementerian Sosial Republik Indonesia ini bertujuan untuk menambah pengetahuan mahasiswa, sehingga ilmu yang diperoleh dapat disalurkan ke masyarakat. “Mahasiswa harus lebih bisa menjaga diri dan dapat menyalurkan ilmu yang telah didapat melalui seminar sehingga bisa membantu mengurangi jumlah pengguna narkoba di Indonesia,” tutup Sa’dallah.

(Naila Fitri)

Comments