News‎ > ‎Berita Kampus‎ > ‎

HMJ MD Adakan Baksos ke Desa lebak

diposting pada tanggal 24 Jul 2017 12.11 oleh Radio RDK UIN Jakarta

Banyak cara yang bisa ditempuh untuk mengisi waktu libur bagi mahasiswa. Mulai dari sekadar pergi berwisata, sampai dengan mengikuti kegiatan beramal seperti yang dilakukan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Manajemen Dakwah (MD). Merupakan sebuah program kerja (Proker) milik departemen Dakwah dan Pengabdian Masyarakat, HMJ MD mengadakan Bakti Sosial (Baksos) ke desa Girijagabaya yang berlokasi di Kabupaten Lebak, Banten, mulai dari 29 Juli hingga 12 Agustus mendatang.

Ketua HMJ MD,  Ali Alatas mengungkapkan, baksos memang sudah menjadi kegiatan tahunan HMJ MD yang tertuang dalam proker organisasi. “Yang membedakan baksos MD dengan baksos pada umumnya, akan adanya kajian keagamaan di desa Girijagabaya yang dilakukan oleh HMJ MD, hal ini mengingat jurusan yang bergerak dalam  bidang dakwah,” tutur Ali.

Tak hanya itu, Ali juga menambahkan, pemilihan lokasi yakni di Kabupaten Lebak bukan tanpa alasan. Ia mengatakan, desa tersebut dipilih karena Banten sendiri merupakan provinsi yang dekat dengan Ibukota, namun sangat miris karena kurang tersentuh oleh pemerintah. Sehingga, setelah sebelumnya mensurvei, HMJ MD memutuskan untuk menjadikan desa tersebut sebagai tempat baksos berlangsung.

Ali berharap, agar kedatangan mahasiswa ke desa tersebut bukan merepotkan warga. “Justru harus bisa membantu warga untuk menjadi penengah antara masyarakat dengan pemerintah, yang nantinya dapat mewujudkan cita-cita leluhur bangsa Indonesia sebagaimana yang tercantum dalam sila kelima, yakni keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” jelas Ali. Ali menambahkan, agar mahasiswa bisa mengaplikasikan ilmu yang didapat untuk kebermanfaatan khalayak, karena pada hakikatnya mahasiswa akan kembali ke masyarakat ketika sudah lulus nanti.

Sementara itu, ketua acara baksos MD, Baidhawi memaparkan, dalam kegiatan  nanti, ada empat hal yang menjadi fokus utama, yaitu meliputi pendidikan, keagamaan, kemasyarakatan, serta kesehatan. Terkait persiapan, Baidhawi mengaku memakan waktu satu bulan. “Baksos ini memberikan kesempatan bagi siapa saja yang ingin bahu membahu menjadi sukarelawan, tidak hanya untuk mahasiswa UIN Jakarta, tapi juga untuk masyarakat umum,” jelas Baidhawi. untuk itu, Baidhawi berujar, meski menargetkan 50 orang sukarelawan, tidak masalah bila jumlah yang berpartisipasi bisa lebih dari itu. Baidhawi berharap, agar desa yang didatangi bisa mendapat kesejahteraan sebagaimana tujuan awal baksos ini.

Faizah Fitriah

Comments