News‎ > ‎Berita Kampus‎ > ‎

HMJ Pendidikan IPS Gelar Seminar Anti Radikalisme

diposting pada tanggal 20 Mar 2017 08.35 oleh Radio RDK UIN Jakarta
Suasana saat seminar anti radikalisme  berlangsung

Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial pada Senin (20/3) baru saja menyelenggarakan seminar anti radikalisme dengan tema “Peran Mahasiswa Dalam Menanggulangi Terorisme”. Seminar yang berlangsung mulai pukul 12.30 hingga 16.30 WIB ini bertempat di Teater Mahmud Yunus lantai tiga gedung Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK).

Salah satu pemateri dalam seminar ini adalah dosen Pendidikan IPS pada mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan yakni Dr. Abdul Rozak, M.Si. Seminar yang dihadiri oleh kurang lebih 100 orang ini sudah dipersiapkan sejak seminggu yang lalu, seperti halnya yang dikemukakan ketua pelaksana, Rizki Rian Syaputra. Menurut Rizki, sounding kepada mahasiswa dilakukan tiga hari sebelum acara dilaksanakan.

Tak hanya itu, ia juga membeberkan alasan yang melatarbelakangi diselenggarakannya seminar anti radikalisme, yaitu karena maraknya terorisme yang terjadi di masyarakat. “Terkait pemateri, selain dosen terkadang juga didatangkan pemateri dari luar,” terangnya. Rizki berharap agar dengan terselenggaranya seminar ini dapat mewujudkan jiwa kritis mahasiswa dalam menanggapi masalah yang terjadi.

Mahasiswi Pendidikan IPS semester dua, Cici Rachmawati mengungkapkan, ketertarikannya untuk mengikuti seminar anti radikalisme adalah karena salah seorang pemateri merupakan dosen di jurusannya. “Selain itu juga karena saya perlu pembekalan. Mengingat jaman sekarang begitu banyak tindakan radikalisme namun secara terselubung,” imbuh Cici. Ia berujar, dengan diadakannya seminar ini dapat memberitahu mengenai radikalisme, bagaimana ciri-cirinya, serta tempat-tempat seperti apa yang berpotensi memicu radikalisme. Ia menambahkan, meski tidak semua radikalisme itu bernuansa negatif, namun tetap perlu adanya sikap mawas diri.

Kendati demikian, Cici sedikit mengeluhkan masalah kedisiplinan waktu dari panitia, karena seminar yang seharusnya dimulai pada pukul 12.30 menjadi tertunda selama 30 menit. Selain itu, menurut Cici kebersihan ruangan juga masih kurang. Tetapi ia tetap berharap agar ilmu yang diperoleh melalui seminar ini dapat diresapi dalam keseharian.

(Faizah Fitriah)

Comments