News‎ > ‎Berita Kampus‎ > ‎

HMJ PGMI Adakan Leadership Training Ke-2

diposting pada tanggal 11 Sep 2017 08.03 oleh Radio RDK UIN Jakarta
Kegiatan LT yang berlangsung di Parung Jawa Barat

Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) telah melangsungkan program kerja (proker) tahunan milik Departemen Kemahasiswaan yang dikhususkan bagi mahasiswa baru (maba) yakni Leadership Training atau yang disingkat LT untuk kedua kalinya. LT yang bertempat di Parung, Jawa Barat ini berlangsung selama tiga hari yaitu Jumat (8/9) hingga Minggu (10/9) dengan jumlah peserta yang hadir sebanyak 68 orang. “Dari 83 orang maba, 15 orang tidak bisa ikut disebabkan karena beberapa alasan,” papar Ketua LT, Fadilah Jidni. Tak sampai disitu, Fadilah juga menjelaskan tujuan dari diadakannya LT ini. “Tujuan utama yaitu ingin mengakrabkan maba dengan kakak kelas di PGMI, juga untuk lebih mengenal alumni beserta dosen PGMI. Serta sebagai sarana mengakrabkan antar sesama maba,” tutur Fadilah.

Tak hanya dihadiri oleh maba dan dosen serta alumni PGMI, acara LT ini rupanya juga disambangi oleh Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas  (DEMA-U), Riyan Hidayat, Ketua DEMA Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (DEMA FITK), Adi Raharjo, juga Ketua HMJ Pendidikan Agama Islam (PAI), HMJ Manajemen Pendidikan (MP), dan banyak lainnya.

“Tujuan diundangnya perwakilan dari masing-masing himpunan dan DEMA, yakni agar silaturahmi antar perwakilan juga tetap terjaga. Intinya, untuk lebih mengakrabkan,” sambung Fadilah.

Menyoal persiapan, dirinya mengaku hanya membutuhkan waktu satu bulan, yakni saat sebelum kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) berlangsung.

“Persiapan sejak Agustus. Kemudian rapat intensif dimulai saat 4 September lalu. Dari rapat tersebut, beberapa terobosan baru dihadirkan. seperti konsep games melatih kekompakan yang lebih baru dan lebih segar,” ujarnya.

Lebih lanjut Fadilah mengungkapkan, ada sedikit kendala selama kegiatan LT berlangsung. Namun hal tersebut tidak menyurutkan semangat positif dari para peserta.

“Ya, ada sedikit kendala sewaktu kegiatan berlangsung. Tahun lalu, stock air minum yang disediakan panitia selalu cukup. Namun kemarin, dua galon air bisa habis dalam sekali waktu. Entah, kayaknya penggunaannya yang boros,” ungkap Fadilah.

Kendati demikian, lelaki yang duduk di semester lima ini tetap berharap agar LT yang sudah dilaksanakan dapat menjadi penyambung keakraban antar sesama warga FITK, khususnya warga PGMI itu sendiri.

Ungkapan berbeda datang dari Koordinator Hubungan Masyarakat (Humas), Diyya Fathya Jannah. Diyya mengaku ketidakikutsertaan 15 mahasiswa PGMI pada LT kemarin bukan disebabkan publikasi yang tidak optimal. Melainkan disebabkan adanya kekhawatiran dari MaBa terhadap perjanjian di atas materai.

 “Sebenarnya tidak ada maksud yang aneh-aneh dalam penggunaan materai tersebut. Namun memiliki kekhawatiran yang terlalu saat kita minta penyertaan materai dalam surat izin orangtua,” aku Diyya. “Padahal sebetulnya sama sekali tidak ada maksud buruk, kegiatan LT ini murni ingin mengakrabkan satu sama lain,” tegasnya.

Diyya mengatakan, kekhawatiran tersebut mungkin saja muncul dari isu-isu yang beredar di televisi mengenai perpeloncoan. “Jelas kita tidak ada yang seperti itu (perpeloncoan),” lanjutnya. Diyya tetap berharap agar kegiatan LT tetap dapat berkesan bagi maba.

 “Semoga juga, LT ini bisa menghapuskan image negatif tentang senioritas antara kakak kelas dengan MaBa. Karena kemarin saat LT, kita semua benar-benar menjaga satu sama lain,” tutupnya.

(Faizah Fitriah)

Comments