News‎ > ‎Berita Kampus‎ > ‎

HMPS Hukum Pidana Islam Gelar Acara Bedah Buku

diposting pada tanggal 23 Okt 2017 17.23 oleh Radio RDK UIN Jakarta
Bedah buku berlangsung di Fakultas SYariah dan Hukum

Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Hukum Pidana Islam (HPI), Fakultas Syariah dan Hukum (FSH), kemarin (23/10) telah menggelar acara “Bedah Buku Jihad Melawan Korupsi” bersama perwakilan dari Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah. Acara yang bertempat di Teater Lantai 2, Gedung FSH ini dihadiri oleh 200 orang peserta yang merupakan mahasiswa HPI dari semester satu hingga tujuh. Acara ini berlangsung dari pukul 08.00 hingga 12.00 WIB.

Dalam pemaparannya, Dr.Idris Mas’ud, selaku pembicara dari Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) NU mengatakan, korupsi adalah tindakan yang dapat menyebabkan kemiskinan, sehingga tak sedikit hal-hal yang seharusnya dapat diberikan kepada masyarakat secara cuma-cuma, namun malah menjadi berbayar.

“Hal ini tentu saja karena dana yang dialokasikan untuk program pemerintah yang bertujuan memenuhi kebutuhan masyarakat, tidak sampai kepada masyarakat dengan baik sebab sudah dikorupsi,” tuturnya.

Menurut lelaki berkemeja batik itu, salah satu cara menyudahi korupsi adalah dengan memperberat hukuman yang diberikan kepada koruptor, seperti menjatuhi hukuman pidana yang berat –bukan sekadar memberikan efek jera- apalagi dengan memangkas masa hukuman dengan pemberian grasi, dll. “Bahkan penerapan hukuman potong tangan atau hukuman mati juga sudah disarankan,” imbuhnya.

Lebih dari itu, Dr. Idris Mas’ud menyatakan, pendidikan anti korupsi dapat ditanamkan sejak dini. Salah satunya adalah dengan menerapkan sistem apabila seseorang pernah tersandung kasus korupsi, maka orang tersebut jangan diperkenankan untuk menduduki bangku kekuasaan di publik.

“Perlu juga adanya peran dari ulama dan tokoh masyarakat untuk menjadi figur bagi masyarakat, dalam mencontohkan perilaku dan pola hidup anti korupsi,” pungkasnya.

Ketua HMPS HPI, Khusnus Sa’bani mengungkapkan alasan yang melatarbelakangi diselenggarakannya acara ini yaitu karena PBNU dan Muhammadiyah memiliki buku tentang pidana korupsi, tentunya hal ini sesuai dengan prodi HPI itu sendiri. Terkait persiapan, Khusnus mengaku persiapan acara ini memakan waktu satu bulan serta pembentukan panitia dilakukan dua minggu sebelum acara. “Saya berharap, acara ini dapat memberi ilmu bagi mahasiswa semester muda, serta memberi inspirasi bagi mahasiswa semester tua untuk memilih judul skripsi,” tutupnya.

(Faizah Fitriah)

Comments