News‎ > ‎Berita Kampus‎ > ‎

Hypno Teaching Bersama Dema FITK

diposting pada tanggal 4 Okt 2017 10.37 oleh Radio RDK UIN Jakarta
Tubagus sedang memaparkan cara hypno teaching

Fokus dalam belajar merupakan hal yang diinginkan semua orang, tetapi hal tersebut membutuhkan perjuangan yang lebih kuat, karena dalam proses belajar, sering terdapat gangguan yang membuat konsentrasi seseorang terpecah. Hal ini membuat Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) menggelar Workshop Hypno-Teaching yang merupakan cara pembelajaran dengan menggunakan unsur hypnosis pada Rabu (4/10), sejak pukul 09.00 hingga 15.00 WIB. Tema yang diusung dalam workshop tersebut ialah “Bersinergi Bersama Menjawab Tantangan Dunia Pendidikan di Era Milenial dengan Hypno-Teaching”, yang dilaksanakan di Teater Aqib Suminto Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fdikom). Menghadirkan narasumber yang berkompeten dalam bidangnya, yakni Funder Khafi Motivator School sekaligus penulis buku “The Secret of Public Speaking” Dr. Tubagus Wahyudi ST.,M.SI.,MCHt,.CHI.a

Ketua umum Dema, Adi Raharjo mengatakan dalam kegiatan belajar mengajar sering terjadi masalah seperti siswa yang tidak memperhatikan, mengantuk, main handphone, bahkan mengobrol dengan teman sekelasnya. Hal itu juga terjadi pada mahasiswa, karena konsentrasi dalam perkuliahan menjadi kacau ketika sedang memiliki banyak masalah. Memiliki masalah merupakan hal yang wajar dalam kehidupan, tetapi jika hal tersebut sampai menggangu perkuliahan maka perlu mendapatkan perhatian khusus.

Adi menjelaskan, seorang guru juga merasakan hal yang sebaliknya, merasa kesulitan jika ada murid yang nakal, berisik, dan sulit untuk diatur. Maka pihak Dema mengadakan workshop Hypno-Teaching untuk membantu siapa saja yang kesulitan dalam kegiatan belajar mengajar. Adi juga menjelaskan, seharusnya acara diadakan di Aula Student Center, karena terjadi mis komunikasi dengan pihak lain maka acara ini dipindahkan di Fdikom.  

“Sebagai calon seorang guru, saya berharap kedepannya kegiatan belajar mengajar menjadi lebih efektif sehingga menghasilkan orang-orang yang sukses, dan mampu meningkatkan roda perekonomian di Indonesia,” kata Adi.

Mahasiswa Fdikom, jurusan Kesejahteraan Sosial, semester tiga. Amelda Tiara mengaku, tertarik mengikuti workshop ini karena dirinya merasakan beberapa kesulitan konsentrasi dalam belajar dikampus maupun di rumah. Hal ini karena cepat teralihnya fokus terhadap sesuatu hal yang lain. Amelda berharap, melalui kegiatan ini dirinya dapat menemukan solusi untuk menjadi lebih fokus lagi dalam belajar dan menjadi mahasiswa yang aktif dalam kegiatan pembelajaran dikampus.

(Naila Fitri)

Comments