News‎ > ‎Berita Kampus‎ > ‎

I-Melt Sebagai Langkah UIN Jakarta Dikenal Dunia

diposting pada tanggal 19 Mar 2017 01.20 oleh Radio RDK UIN Jakarta
 
Salah satu pembicara, Jan Blake, saat sedang menyampaikan materi story telling di hari kedua

Bekerjasama dengan Universiti Putra Malaysia, UIN Jakarta mengadakan Indonesia Malaysia English Language Teaching Conference (I-Melt) di Auditorium Harun Nasution dan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK). Kegiatan ini dimulai sejak Kamis (16/3) sampai Sabtu (18/3). Konferensi yang menghadirkan 32 pembicara dengan tiga pembicara utama yaitu Carolyn Graham, Jan Blake, dan Alan Maley ini diikuti oleh 229 peserta I-Melt pararel dan ratusan peserta planary lainnya.

Dengan mengusung tema Breaking Borders, Enriching, Elt Experiences I-Melt pertama ini diikuti oleh 15 negara partisipan yaitu Malaysia, Amerika, Kamboja, Singapura, Taiwan, Inggris, Thailand, Filiphina, Korea Selatan, Kuwait, Pakistan, Srilanka, Iran dan Indonesia. Pada I-Melt ini, berbagai teori pengajaran, teori bahasa, dan ide-ide disampaikan kepada audience untuk menjadi bahan diskusi dan pertukaran ide. Tidak hanya diikuti oleh 39 universitas di Indonesia, 16 universitas asal Malaysia juga turut serta dalam kegiatan tersebut.

“Untuk memiliki kampus yang diakui secara Internasional, kita harus punya strategi membangun situasi, di mana bahasa pengantar yang digunakan adalah Bahasa Inggris, bahasa Internasional,” tutur ketua penyelenggara, Prof. Dr. Arskal Salim, G.P., MA, PhD.

I-Melt diadakan guna menginspirasi dan mendorong kemampuan bahasa, baik bagi mahasiswa maupun dosen dalam mewujudkan kesiapan menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Hal ini mengingat Bahasa Inggris sudah menjadi kebutuhan bagi semua orang. Arskal menambahkan, I-Melt tahun depan akan diselenggarakan di Malaka Malaysia, lalu di kota Palembang Indonesia pada 2019 mendatang.

Peserta I-Melt, mahasiswa FITK Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris semester dua, Dinda Larasati Wijaya mengaku, konferensi ini sangat membantu sebagai bekal mengajar kelak. “Banyak materi tentang mengajar yang disampaikan yaitu mengajari anak Bahasa Inggris secara menyenangkan dan mudah dicerna, dengan berbagai macam metode dari dongeng hingga yoga,” jelas Dinda. Meski dilaksanakan selama tiga hari berturut-turut dan kerap menimbulkan rasa bosan dan kantuk, Dinda mengaku semua itu terbayar dengan pembicara yang hebat dan mumpuni dalam I-Melt kali ini.

(Syarifatul Adibah)

Comments