News‎ > ‎Berita Kampus‎ > ‎

Insomnia Di Kalangan Mahasiwa, Penyakit Yang Menjadi Habit?

diposting pada tanggal 7 Agt 2017 09.04 oleh Radio RDK UIN Jakarta   [ diperbarui7 Agt 2017 09.08 ]
Sumber: google

Sudah banyak penelitian yang membuktikan bahwa kesulitan tidur di malam hari atau insomnia dapat berpengaruh pada kesehatan tubuh seseorang. Tak sedikit insomnia yang berujung pada munculnya penyakit lain atau bahkan kematian. Dilansir dari medicalnewstoday.com, insomnia merupakan sleep disorder atau gangguan tidur yang menyebabkan seseorang kesulitan tidur dengan teratur yang kemudian diikuti dengan keadaan tidak stabil, baik secara fisik maupun psikologis.

Ketua Korps Sukarela (KSR) Palang Merah Indonesia (PMI) UIN Jakarta, Teo mengatakan,  idealnya seseorang membutuhkan waktu tidur  5 sampai 7 jam untuk orang dewasa, sementara untuk anak-anak 8 jam. “Jika waktu tidur ideal tersebut tidak terpenuhi maka dikhawatirkan dapat mengganggu metabolisme tubuh, kesehatan kulit juga dapat terganggu seperti kulit tampak pucat dan terdapat lingkar hitam di bawah mata,” ungkap Teo.  Teo menambahkan, kurang tidur juga dapat mengakibatkan berkurangnya konsentrasi, alhasil jika seseorang kehilangan konsentrasinya akan sangat membahayakan diri orang tersebut, terlebih jika sedang berkendara hal ini tentu mampu menimbulkan kecelakaan yang berujung pada kematian.

Lebih jauh Teo menjelaskan, insomnia yang berkelanjutan mampu menyebabkan halusinasi dan kegelisahan yang berlebihan. Untuk itu Teo memberikan tips, khususnya bagi mahasiswa agar jangan sampai menjadikan insomnia sebagai habit alias kebiasaan. “Jika alasan dari insomnia tersebut adalah karena mengerjakan tugas, maka harus diubah dengan mendisiplinkan diri dengan membuat jadwal untuk mengerjakan tugas, hal ini tentunya juga akan membantu tubuh beristirahat secara teratur,” tutup Teo.

Mahasiswi Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fdikom) jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) semester 3, Elva Nurfadillah mengaku, pernah mengalami insomnia saat sedang disibukkan dengan tugas Ujian Akhir Semester (UAS), sehingga mengharuskannya untuk begadang hingga beberapa kali. Ia berujar, kekurangan tidur justru membuatnya mengalami kesulitan konsentrasi dan pening, sehingga kini ia menghentikan kebiasaan tersebut.

Faizah Fitriah

Comments