News‎ > ‎Berita Kampus‎ > ‎

Irwansyah : Media Harus Memiliki Karakteristik

diposting pada tanggal 15 Jun 2017 09.26 oleh Radio RDK UIN Jakarta

Pengurus Perguruan Tinggi Ikatan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Indonesia (PPT IMIKI) UIN Jakarta menyelenggarakan Seminar Literasi Media bertajuk “Konvergensi Media di Era Digital”. Seminar tersebut diadakan di Teater Prof. Dr. Aqib Suminto Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fdikom) dari pukul 13.00 hingga 16.30 WIB pada Kamis (15/6) kemarin. Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat Ahmad Ubaidillah, M.Pd dan Pemimpin Redaksi Jawa Pos Televisi Irwansyah Setyawan hadir sebagai pembicara.

Irwansyah Setyawan menjelaskan, setiap media yang akan menarik penonton harus memiliki karakteristik, dan demokratisasi media -konten yang ada di dalam suatu media- penuh dengan keberagaman. Hal ini mengingat masyarakat Indonesia terdiri atas berbagai macam budaya maupun tingkah laku, terutama minat. Jika suatu media akan terpatok dalam satu jenis, itu akan menimbulkan sikap bosan kepada penontonnya. Pria yang pernah menjabat selama 12 tahun sebagai Pemimpin Redaksi Jawa Post bagian media cetak menambahkan, keberagaman jenis konten yang ada dalam suatu media mampu menimbulkan sikap saling mendukung antara konten yang satu dengan yang lain.

Berbeda dengan Irwansyah, Ahmad Ubaidillah menuturkan bahwa media memiliki empat fungsi yaitu sebagai ladang informasi, pendidikan, hiburan, maupun tindakan kontrolisasi. Empat fungsi tersebut harus dihadirkan dalam suatu media yang akan disiarkan agar suatu siaran dalam pertelevisian dapat menunjang keberagaman minat masyarakat.

“Media tak jauh-jauh dari sosial dan profit yang mana dua hubungan ini saling berkesinambungan. Media dihadirkan semata-mata untuk ditayangkan kepada masyarakat dan hal tersebut menghasilkan benefit berupa rating penonton dan mengundang pemasang iklan untuk dalam suatu channel tertentu,” jelas lelaki yang akrab disapa Bang Ubaidillah.

Dirinya berharap agar masyarakat dapat berperan penting untuk menanggapi penyiaran di Indonesia.

(Radhina Rifa)

Comments