News‎ > ‎Berita Kampus‎ > ‎

Kata Mahasiswa Soal Indonesia pada Sea Games 2017

diposting pada tanggal 28 Agt 2017 09.24 oleh Radio RDK UIN Jakarta

Pesta olahraga Asia Tenggara atau lebih dikenal dengan Sea Games 2017, telah berlangsung sejak 19 Agustus sampai 31 Agustus nanti. Pesta olahraga yang diselenggarakan 2 tahun sekali ini, diikuti oleh 11 negara anggota Asean. Sebagai tuan rumah Sea Games 2017, Malaysia telah menyelenggarakan opening ceremony yang meriah di Stadion National Bukit Jalil, Kuala Lumpur Malaysia, pada 19 Agustus lalu. Pesta olahraga ke-29 ini disambut meriah oleh masyarakat Indonesia. Terbukti dengan disiarkan langsung oleh beberapa stasiun televisi swasta cabang olahraga yang dipertandingkan  pada Sea Games 2017. Dilansir dari situs resmi Sea Games 2017, update terakhir pada Senin (28/8) pagi, diposisi ke-5 Indonesia memperoleh  31 ema, 52 perak, dan 60 medali perunggu.

Berbagai tragedi mewarnai perjalanan Indonesia pada pagelaran Sea Games 2017 ini. Mulai dari bendera Indonesia yang tercetak terbalik pada  buku panduan yang juga sempat menghebokan netizen dengan memviralkan #shameonyoumalaysia, hingga keputusan tim sepak takraw putri memilik walk out dari pertandingan, begitu pula dengan atlet pencak silat yang merasa diperlakukan tidak adil oleh wasit. Yang paling menyedot perhatian masyarakat adalah kekalahan Indonesia pada semifinal cabang olahraga sepak bola satu kosong atas Malaysia pada sabtu lalu.

Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), jurusan Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (PJKR) semester 5, Ganes Aditya mengaku, untuk sekelas Sea Games, kesalahan pada pencetakan bendera suatu negara bahkan kelalaian persediaan makanan untuk atlet terbilang mengecewakan dan tidak profesional. “Meski mengaku hal seperti ini biasa terjadi pada pertandingan  olahraga, Indonesia seharusnya mampu lebih tegas dan mengambil sikap dalam pertandingan, sehingga tidak terjadi kecurangan yang menjadikan atlet kecewa,” ungkap Ganes. Meski begitu, laki-laki peraih juara 1 taekwondo pada piala Menpora ini, mengaku bangga dengan perolehan medali Indonesia. Ganes berpesan, para atlet senantiasa menjaga sportivitas dan semangat sampai Sea Games berakhir.

Setuju dengan Ganes, mahasiswa Fakultas Dakwah dan  Ilmu Komunikasi (Fdikom) jurusan Jurnalistik semester 3, Fitrah Aditya Candra memaparkan, entah disengaja atau tidak, kejadian yang sempat membuat gaduh netizen ini terhitung tidak profesional. “Berbagai upaya membuat ciut nyali lawan memang hal lumrah dalam pertandingan olahraga, namun hal ini tidak dibenarkan karna melanggar nilai sportifitas,” jelas laki-laki yang gemar bermain bola basket ini. Fitrah mengaku, performa atlet Indonesia sendiri sudah amat baik dan mampu bersaing dengan atlet dari negara lain. Meskipun banyak kecurangan, laki-laki yang akrab  disapa Dityo ini berharap, atlet Indonesia dapat menunjukkan semangat juang yang tinggi dalam membela tanah air di bidang olahraga.

Syarifatul Adibah

Comments