News‎ > ‎Berita Kampus‎ > ‎

Kekuasaan? Peganglah dengan Bijak

diposting pada tanggal 17 Des 2017 14.40 oleh Radio RDK UIN Jakarta

Kekuasaan mempunyai peranan yang dapat menentukan nasib berjuta-juta manusia. Oleh karena itu, kekuasaan sangat menarik perhatian para ahli ilmu pengetahuan kemasyarakatan. Kekuasaan (power) adalah kemampuan individu atau kelompok untuk mempengaruhi individu atau kelompok lain (masyarakat) agar mereka mau mengikuti keinginan dari yang memegang kuasa. Dalam hal ini kekuasaan mencangkup kemampuan untuk memerintah dan juga memberi keputusan-keputusan yang secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi tindakan-tindakan individu atau kelompok yang berada dibawah kekuasaannya. Adanya kekuasaan cenderung tergantung dari hubungan antara pihak lain yang memiliki kemampuan untuk melancarkan pengaruh dengan pihak lain yang menerima pengaruh itu, rela, atau karena terpaksa. Apabila kekuasaan dijelmakan pada diri seseorang, biasanya orang itu dinamakan pemimpin dan mereka yang menerima pengaruhnya adalah pengikut (dikutip dari buku Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi dengan judul Setangkai Bunga Sosiologi).

“Dosen saya pernah menjelaskan pada semester satu, bahwa kekuasaan dipegang oleh orang yang berkuasa, di mana dimensi yang terasa akan kekuasaan tersebut ada empat hal, yaitu kita memiliki rasa takur, rasa cinta, rasa kepercayaan, dan pemujaan. Empat dimensi tersebut, akan balik lagi ke pada diri kita masing-masing yang merasakan kepemimpinan dari apa yang dikuasai pemimpin,” ujar salah satu mahasiswa UIN Jakarta Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) jurusan Ilmu Hukum semester tiga, Dina Oktavia.

Tak dapat dipungkiri lagi, bahwa kekuasaan adalah kekuatan suatu individu maupun kelompok dalam menguasai apa yang menjadi kekuasaannya. Didalam Islam, hal tersebut merupakan amanah. Besarnya amanah yang ditanggung, semakin besar pula tanggung jawab untuk menguasainya.

“Amanah seorang muslim dan muslimah sudah Allah tiupkan dalam ruh kita masing-masing, pikullah dengan bijak, ayomi pengikut dengan baik dan benar. Sungguh amanah yang besar itu ketika kita menjalani amanah tersebut,” ungkap Syifa Maulvi, mahasiswa Universitas Indonesia yang menjadi anggota Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Salam UI.

(Radhina Rifa)

Comments