News‎ > ‎Berita Kampus‎ > ‎

Kelas Menulis Sebagai Wahana Pembelajaran Mahasiswa

diposting pada tanggal 5 Apr 2017 07.15 oleh Radio RDK UIN Jakarta   [ diperbarui5 Apr 2017 07.17 ]
Edy A Effendi saat berdiskusi pada kelas menulis

Menulis merupakan sebuah alunan kata-kata yang dibalut sedemikian rupa, sehingga tercipta sebuah karya. Dengan menulis, manusia dapat mengungkapkan hal-hal yang tidak hanya terdapat di alam pikirnya, namun juga di relung hatinya. Menulis menjadikan sesuatu yang awalnya hanya sebuah frasa-frasa, menjadi sebuah seni dalam keberlangsungan hikayat kehidupan. Hal itulah yang menjadi sorotan bagi seorang jurnalis senior, yang sekarang mendedikasikan waktu dan tenaganya sebagai pengajar bagi kawan-kawan mahasiswa UIN Jakarta. Edy A Effendi, yang sekarang menjadi dosen dalam mata kuliah Bahasa Indonesia, membuat sebuah kelas menulis bagi mahasiswa yang ingin mengasah lebih dalam pengetahuan dan kemampuan menulis bernama titikba.com.

“Pembuatan kelas menulis titikba tersebut bukanlah tanpa alasan. Pada era modern ini, mahasiswa acapkali memiliki kecacatan dalam penulisan. Banyak mahasiswa yang pintar dalam berdiskusi, pintar dalam menyatakan pendapat, namun saat diminta menulis, tidak mencerminkan inteligensi yang dimilikinya,” ungkap Edy A Effendi.

Dosen gondrong itu memiliki kepedulian lebih bagi mahasiswa yang nantinya menjadi penerus-penerus bangsa. Edy kerap mengatakan, kelemahan mahasiswa sekarang khususnya mahasiswa UIN Jakarta adalah penulisan yang masih buruk. Itu semua dapat terjadi karena minat baca mahasiswa masih sangat minim, sehingga mahasiswa kerap tertinggal secara tekstual. Padahal menurut Edy, jika seseorang sering membaca baik fiksi ataupun non-fiksi, nantinya akan meningkatkan kemampuannya dalam menulis. Itulah yang dilakukan Edy dalam kelas menulisnya.

Edy memberikan tugas-tugas kepada para muridnya dengan membaca buku-buku novel layaknya karangan Dan Brown, Paulo Coelho, dan lainnya. Demikian yang akan membuat murid-muridnya memiliki variasi warna dan keunikan saat menulis, baik menulis berita, cerita, atau semacamnya. Edy juga melaksanakan kelas menulis tersebut secara santai layaknya anak muda sedang berkumpul, namun pemaparan materinya begitu dalam sehingga mahasiswa yang ikut kelas menulis titikba mengalami kedekatan dengan dosen.

Pengalaman kelas menulis tersebut sangat terasa bagi mahasiswa yang ikut berpartisipasi. Seperti salah satu anggota dalam kelas menulis titikba yang merupakan mahasiswa semester 2 Jurusan Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip), Tufail Ilham. Tufail menuturkan, pembelajaran yang dipaparkan dalam kelas menulis tersebut sebagai tambahan untuk mengasah kemampuannya, baik dalam menulis maupun dalam berpikir.

“Saat saya belajar di kelas, saya telah memiliki ilmu lebih ketimbang mahasiswa-mahasiswa lainnya. Saya berharap, terdapat mahasiswa lagi yang memiliki minat seperti saya agar memiliki kemampuan dan pengetahuan lebih, khususnya dalam penulisan. Kuncinya hanya satu jika ingin mengikuti kelas menulis titikba, yaitu berkomitmen,” urai Tufail.

(Fathur Alfarizi)

Comments