News‎ > ‎Berita Kampus‎ > ‎

Kenali Penyakit Langka Trisomy 13

diposting pada tanggal 23 Nov 2017 15.03 oleh Radio RDK UIN Jakarta

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Begitulah slogan yang sering terdengar di lingkungan medis. Maka dari itu manusia pun mulai merawat diri daripada harus berurusan dengan pengobatan. Lalu bagaimana dengan penyakit yang sudah dimiliki dan didiagnosa sejak usia satu bulan? Hal ini nyatanya dirasakan oleh bayi Adam Fabumi yang sudah mengidap penyakit langka yaitu trisomy 13 atau patau syndrom. Kini, Adam meninggal diusianya ke tujuh bulan karena tidak mampu melawan penyakitnya itu.

Dilansir dari kompas.com, Dr. Klara Yuliarti yang merupakan dokter spesialis anak dan ahli penyakit langka menjelaskan, trisomy 13 adalah penyakit genetik yang disebabkan kelainan kromosom. Manusia mempunyai dua salinan dalam setiap kromosom mulai dari kromosom 1 sampai 23. Setiap kromosom 13 ada 3 salinan yang seharusnya ada dua. Hal inilah yang menyebabkan kelainan, tutur Klara. Dr. Klara menjelaskan, sebagian besar tidak diturunkan tetapi muncul pada saat pembuahan terjadi dan adanya kegagalan pemisah dari 3 menjadi 13 kromosom. 

“Menjadi hak penuh orangtua ketika penyakit langka ini terjadi dan dokter hanya dapat memberitahukan hal ini kepada orangtua dari terdeteksinya dalam kandungan,” ujar Klara.

Mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan jurusan Farmasi semester satu, Dian Shalimah mengatakan bahwa dirinya sangat prihatin karena penyakit tersebut dialami oleh bayi dan hanya mampu bertahan selama tujuh bulan. Menurutnya selain pengobatan medis juga harus ditanam upaya dan keyakinan yang kuat dalam melawan penyakit langka tersebut.

(Seli Nursolihat)


Comments