News‎ > ‎Berita Kampus‎ > ‎

Kendala Pemindahan Gedung FAH

diposting pada tanggal 22 Feb 2017 14.20 oleh Radio RDK UIN Jakarta

Perpindahan gedung Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) sedikit banyak mempengaruhi kegiatan organisasi-organisasi internal mahasiswa, seperti Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema), Senat Mahasiswa (Sema) dan himpunan mahasiswa jurusan (HMJ). Karena itu, organisasi yang dijalankan oleh mahasiswa tersebut mulai berbenah untuk memindahkan perlengkapan. Pemindahan tersebut akan dilakukan mulai tanggal 25 Feburari. Sementara itu, perlengkapan milik FAH sudah mulai dipindahkan sejak Senin (20/2).

Wakil ketua Dema FAH, Usamah Balfaqih mengatakan, terdapat beberapa kendala dalam pemindahan perlengkapan dan ruangan, seperti belum adanya pembagian tempat untuk kesekretariatan organisasi internal mahasiswanya. usamah berpandangan, karena wakil dekan tiga bidang kemahasiswaan, alumni dan kerjasama Dr. Zubair, M.Ag., sedang menjalani ibadah umroh yang membuat komunikasi antara pihak mahasiswa dengan pihak fakultas sedikit terhambat. “Terdapat perbedaan dengan gedung fakultas yang lama, seperti tidak adanya basement dan juga belum adanya ruangan khusus untuk Dema, Sema dan HMJ yang sebelumnya tersedia di gedung lama,” jelas Usamah. Sementara itu Usamah menyebutkan, ruangan-ruangan yang dulu milik FAH akan dipakai oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) dan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fdikom) untuk penambahan ruangan.

Selaras dengan pernyataan Usamah, Ketua Sema FAH, Andhika Ripwansaputra mengungkapkan, tata ruang yang terdapat di gedung baru belum bisa diubah atau dimodifikasi selama satu tahun karena terdapat kebijakan pemerintah dalam tata ruang tersebut. “Selain itu, terdapat kendala dari pemerintah yang secara tidak langsung mempengaruhi organisasi internal mahasiswa khususnya di FAH yang baru saja memindahkan gedung fakultas,” ucap Andhika. Kendala itu adalah pemangkasan dana besar-besaran oleh pemerintah untuk UIN Jakarta. Andhika menuturkan, namun pihak FAH sedang mengusahakan kepada pihak rektorat untuk mendapatkan kompensasi.

(Fathur Alfarizi)

Comments