News‎ > ‎Berita Kampus‎ > ‎

Kesenian Hadroh Di Tengah Kegiatan Asrama Putra

diposting pada tanggal 20 Feb 2017 08.07 oleh Radio RDK UIN Jakarta
Tim Hadroh Hubbul Musthofa

Bakat dan keahlian dari mahasiswa dapat dijadikan kegiatan serta aktivitas yang menunjang kemampuan bila dilakukan secara serius. Kegiatan mahasiswa tersebut banyak yang berkaitan dengan kesenian. Terlebih, karena UIN Jakarta berbasis Islam, maka keseniannya pun berdasarkan keislaman. Salah satunya adalah hadroh, kesenian yang memakai shalawat sebagai liriknya. Mahasiswa yang tinggal di Mabna Syaikh Abdul Karim atau Asrama Putra, membentuk tim hadroh bernama Hubbul Musthofa.

Salah satu anggota tim hadroh hubbul musthofa, Vikar Syaiful Islam menuturkan, hadroh dapat menjadi kegiatan bagi mahasantri (sebutan penduduk asrama) untuk meningkatkan keahlian dan  kemampuan. “Walaupun pada awalnya hanya diikuti oleh 4 orang saja, namun sekarang sudah ada 13 orang yang menjadi anggota tim hadroh, itu menjadi tanda antusiasme mahasantri terhadap kesenian hadroh,” ungkap Vikar. Vikar mengatakan, Latihan yang dilakukan setiap malam jumat dan malam sabtu tersebut dilatih oleh anggota yang telah mahir dan terkadang pengajar dari luar yang membantu. Kesibukan anggota yang sering mengganggu latihan ditanggapi secara kekeluargaan, namun tetap dituntut tanggung jawab oleh masing-masing anggotanya. “Intinya, dibentuknya tim hadroh adalah wadah untuk menyalurkan minat dan bakat bagi mahasantri,” sambung Vikar. Vikar mengaku, walau belum pernah mengikuti perlombaan, namun sudah beberapa kali mengisi acara di beberapa tempat, diantaranya masjid fathullah dan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) yang menambah jam terbang hadroh hubbul musthofa.

Selaras dengan pernyataan tersebut, ketua koordinator hadroh hubbul musthofa, Faizal Zakki Muttaqien menambahkan, solusi untuk mengatasi anggota yang memiliki kesibukan adalah menambah personil, sehingga jika ada yang absen sudah ada anggota lain yang dapat menggantikan peran tersebut. “Untuk meningkatkan kemampuan anggota hadroh, maka dilakukan dengan memaksimalkan waktu latihan, walau hanya berlatih setiap dua malam dalam seminggunya,” papar Faizal. Faizal mengatakan pemaksimalan waktu latihan tersebut yang menjadikan anggota hadroh memiliki perkembangan dalam kemampuannya dalam kesenian hadroh.

(Fathur Alfarizi)

Comments