News‎ > ‎Berita Kampus‎ > ‎

Ketahui 3 Golongan Najis Dalam Islam!

diposting pada tanggal 19 Jul 2017 09.26 oleh Radio RDK UIN Jakarta
Ibadah ialah hal yang wajib dilakukan umat muslim sehari-hari, berupa kegiatan shalat, mengaji, berzikir, ataupun berpuasa dan lainnya. Ibadah dalam islam merupakan taat kepada Allah dengan melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Seorang muslim dalam melakukan ibadah harus dalam keadaan suci dan terhindar dari najis. Najis menurut pandangan islam ialah sesuatu yang dapat membatalkan ibadah apabila tergolong dalam najis berat.

Dosen Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fdikom) mata kuliah Qiroah dan Ibadah, Khadijah mengatakan, dalam setiap menjalankan ibadah seorang muslim harus dalam keadaan suci, bersih, baik jasmani maupun rohani, karena hal tersebut merupakan syarat sah ibadah. “Terkadang seseorang tidak sadar akan keberadaan najis tersebut,  maka ibadah seseorang akan menjadi tidak sah karena  najis yang melekat pada badan atau pakaian,” tutur Khadijah. Khadijah menjelaskan, dalam Islam najis dibagi menjadi tiga golongan, yaitu najis mukhofafa atau najis ringan, yaitu air seni bayi yang hanya diberi minum air susu ibu dan belum berumur 2 tahun. “Cara membersihkannya yaitu dengan memercikan air bersih ke bagian yang terkena najis,” sambung Khadijah.  Selanjutnya, najis mutawassitah merupakan najis sedang, yaitu segala sesuatu yang keluar dari kubul manusia dan binatang, misalnya air seni, kotoran buang air besar, bangkai binatang kecuali ikan dan belalang dan khamar. Khadijah mengutarakan, cara mensucikannya ialah dengan dibasuh atau dialirkan pada tempat yang terkena najis. Terakhir, khadijah menyebutkan najis mughallazhah atau najis berat, seperti air liur anjing dan babi. “Cara membersihkannya harus dicuci air bersih tujuh kali, di mana satu kali diantaranya menggunakan air dicampur tanah,” lanjut Khadijah. Khadijah menambahkan, Allah SWT sangat mencintai kebersihan, oleh karena itu bersihkan diri dan tempat untuk melaksanakan ibadah agar terhindar dari najis.

Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) jurusan Perbandingan Mazhab semester 3, Gina Nadifa mengaku, dirinya memiliki ponakan berumur 13 bulan, terkadang jika sedang mengasuh terkena air kencingnya, maka dirinya perlu membersihkan diri ketika mau melaksanakan ibadah. “Walaupun tergolong najis ringan jika tidak membersihkannya secara benar maka yang dirasanya solat menjadi tidak sempurna,” ungkap Gina. Dirinya berharap, semoga terhindar dari najis-najis berat dan selalu membersihkan diri supaya ibadahnya diterima oleh Allah SWT.

Naila Fitri
Comments