News‎ > ‎Berita Kampus‎ > ‎

Ketahui Kandungan Berbahaya Dalam Rokok

diposting pada tanggal 12 Jul 2017 08.46 oleh Radio RDK UIN Jakarta

Merokok sudah menjadi kebiasaan yang sangat umum bagi masyarakat indonesia. Hal yang melatarbelakangi seseorang menjadi perokok beraneka ragam, dikalangan remaja biasanya dipengaruhi faktor teman. Sedangkan dikalangan orang tua faktor penyebabnya adalah stress dan kecanduan, tak terkecuali mahasiswa yang pada akhirya menimbulkan keinginan untuk merokok maka berikut ini ialah bahaya yang terdapat dalam rokok.

Dokter Rumah Sakit (RS) Syarif Hidayatullah, dr. Sri Wahuningtyas menjelaskan, beberapa penyakit dapat ditimbulkan akibat kebiasaan merokok salah satunya menderita penyakit jantung. 20 persen penyebab kematian di Indonesia akibat penyakit jantung karena kebiasaan merokok. “Dalam rokok terkadung 4000 bahan kimia, raturan zat beracun dan puluhan bahan lainnya yang dapat memicu kanker,” ungkap dr. Tyas. Bahan yang terkandung dalam rokok misalnya karbon monoksida yang biasanya ada pada asap kendaran, zat ini dapat menghalangi ketersediaan oksigen dalam tubuh. Selain itu nikotin juga terkandung dalam rokok yang menyebabkan seseorang menjadi kecanduan karena efek yang diberikan membuat perokok merasa rileks energik dan bersemangat.

Zat yang biasa ditambahkan ke dalam bahan bakar minyak yaitu benzene juga terdapat dalam rokok, yang menyebabkan kerusakan sel pada tingkat genetik. Tyas menambahkan, masih banyak lagi zat dan bahan kimia yang berbahaya dalam rokok seperti arsenic digunakan untuk pestisida, toluene digunakan untuk pengencer cat dan hydrogen cyanide digunakan untuk membuat senjata kimia. “Semoga kedepannya angka perokok di Indonesia berkurang, karena sayangilah diri sendiri, jaga dan rawat sebaik mungkin apa yang telah di berikan oleh sang pencipta,” harap dr. Tyas.

Mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi (FST) jurusan Biologi semester 5, Ade Maulana Putra mengatakan, pernah menjadi perokok ketika jenjang SMA dirinya mengaku karena terbawa oleh pergaulan teman bermain. “Sempat menjadi pecandu rokok dahulu, namun karena telah mengetahui lebih banyak mudharatnya maka hal tersebut mulai dikurangi agar tidak menjadi lebih parah,” ucap Ade. Ade berharap, agar bisa terlepas dari rokok sehingga perokok lebih menjaga kesehatan diri sendiri untuk masa depan yang lebih baik.

Naila Fitri

Comments