News‎ > ‎Berita Kampus‎ > ‎

Ketetapan PTN BH: Rektor UIN Jakarta Angkat Bicara

diposting pada tanggal 12 Des 2016 18.11 oleh Radio RDK UIN Jakarta
Bersamaan dengan Hari Anti Korupsi yang jatuh pada 9 Desember lalu, beberapa mahasiswa melakukan demo menolak transformasi UIN Jakarta dari Perguruan Tinggi Negeri Badan Layanan Umum (PTN BLU) menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN BH). Pada dasarnya perubahan status ini akan berpengaruh terhadap kewenangan pengelolaan kegiatan akademik dan non akademik. Beberapa mahasiswa mencurigai perubahan status ini sebagai bentuk komersialisasi pendidikan, megingat sistem Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang akan diterapkan. Menjawab keresahan mahasiswa tersebut, Rektor UIN Jakarta angkat bicara.

Seperti yang dimuat di laman Kabar UIN Online, Prof.Dr.Dede Rosyada menegaskan perubahan status menjadi PTN BH justru untuk memaksimalkan penerimaan sumber-sumber pembiayaan dari usaha lain, sehingga tidak bertumpu pada semata sumbangan pendidikan mahasiswa.

Dede menjelaskan 3 alasan transformasi ini harus dilakukan, pertama mempermudah gerak dalam memajukan aktivitas Tridarma Perguruan Tinggi, ke-2 memungkinkan UIN Jakarta membentuk dan mengelola unit-unit usaha sehingga penerimaan tidak bertumpu pada sumbangan pendidikan mahasiswa, ke-3 UIN Jakarta akan tetap komitmen pemberian akses pendidikan kepada mahasiswa kurang mampu namun berprestasi.

“Jadi sekali lagi kami tegaskan bahwa transformasi menjadi PTN BH bukan berarti ada pengabaian dan pengingkaran hak-hak pendidikan peserta didik yang kurang mampu,” tegas Rektor.



(oleh: siti fatimah)

Comments