News‎ > ‎Berita Kampus‎ > ‎

KMPLHK Ranita Kirim Relawan Indonesia Tangguh Bencana

diposting pada tanggal 6 Des 2017 13.53 oleh Radio RDK UIN Jakarta
Relawan wilayah Pacitan saat melakukan pencarian data

Indonesia merupakan negara kepulauan yang terdiri atas banyaknya pulau  yang membentang dari Sabang hingga Merauke, dengan total 17.000 pulau. Hal ini yang membuat Indonesia menjadi salah satu  negara rawan bencana, salah satunya erupsi gunung berapi dan perubahan iklim siklon tropis Cempaka dan Dahlia. Kedua kejadian tersebut memberikan bencana buruk bagi beberapa wilayah di Indonesia yakni erupsi Gunung Agung di Bali yang mengakibatkan 43.358 jiwa mengusi dibeberapa lokasi pengungsian, dan cuaca ekstrem di sejumlah daerah di Yogyakarta dan Pactian hingga terjadi banjir dan tanag longsor.

Bencana tersebut membuat UKM Kelompok Mahasiswa Pecinta Lingkungan Hidup dan Kemanusiaan (KMPLHK) Ranita mengirimkan anggotanya untuk menjadi relawan Indonesia Tangguh Bencana untuk membantu masyarakat disana karena diperlukan kerjasama semua pihak untuk memenuhi kebutuhan korban bencana, melalui saluran bantuan Tim Respon Bencana.

Ketua Umum KMPLHK Ranita, Ahmad Wildanul Akhyar mengatakan, bencana yang terjadi pada tiga daerah di Indonesia membuat KMPLHK Ranita mengirim masing-masing tim untuk setiap lokasi bencana di tiga titik. Pertama daerah Yogyakarta, dilakukan assesment dan pencarian data daerah yang belum mendapatkan bantuan, untuk daerah Yogyakarta dilakukan secara keliling seperti daerah Bantul dan Gunung Kidul. Kedua untuk daerah Pacitan yang terkena banjir dan tanah longsor paling parah sehingga memutuskan akses ke daerah Pacitan baik dari Jawa Timur maupun Jawa Tengah. Terakhir ada di Bali daerah Karang Asem yang terkena bencana Gunung Agung.

Ahmad menuturkan, setiap lokasi bencana dikirimkan dua orang relawan, jadi total keseluruhan relawan untuk tiga titik yakni enam relawan yang ditugaskan dari divisi Disaster Management dan Search And Rescue. Laki-Laki yang kerap dipanggil Dakuca menjelaskan, kondisi saat ini untuk wilayah Yogyakarta sudah stabil dan bantuan yang diberikan sudah cukup banyak, sehingga keadaan di daerah Yogyakarta sudah mulai pulih kembali. Sedangkan untuk wilayah Pacitan masih mengalami kesulitan untuk meninjau wilayah bencana karena sulitnya akses kedaerah tersebut.

Sama halnya dengan wilayah Yogyakarta, erupsi Gunung Agung sudah mengalami penurunan sehingga status aktivitas gunung sudah kembali normal, tetapi masyarakat masih perlu waspada hingga 10 Desember mendatang karena dikhawatirkan terjadinya erupsi susulan.

“Harapan saya untuk para relawan dapat kembali dengan kondisi sehat dan selamat, dan untuk masyarakat yang terkena musibah semoga dapat merasakan manfaat yang diberikan walaupun dalam jumlah yang tidak banyak,” Imbuh Dakuca.

Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fdikom) jurusan Kesejahteraan Sosial semester tiga, Aulia Rahmah mengatakan, bencana yang terjadi di Indonesia memang secara beruntun sehingga membuat beberapa wilayah di Indonesia merasakan dampaknya. Kegiatan yang dilakukan UKM KLMPHK Ranita merupakan suatu kegiatan sosial positif dan bisa menjadi contoh mahasiswa lainnya dalam tangguh menghadapi bencana

(Naila Fitri

Comments