News‎ > ‎Berita Kampus‎ > ‎

KPA Arkadia Gagas Pendakian Seru ke Gunung Semeru

diposting pada tanggal 22 Jul 2017 09.51 oleh Radio RDK UIN Jakarta

Mendaki gunung sudah menjadi aktivitas yang lekat di kalangan mahasiswa pecinta alam (Mapala). Namun, berbeda dengan pendakian massal yang digagas oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kelompok Pecinta Alam (KPA) Arkadia UIN Jakarta. UKM ini menghadirkan sesuatu yang berbeda dari pendakian biasanya. “Mendaki tanpa harus ‘nyampah’ untuk memaknai keagungan dan keindahan alam” adalah konsep yang diangkat dalam pendakian ke gunung Semeru, Jawa Timur pada 28 Agustus hingga 5 September mendatang.

Tim pendaki, Muhammad Aminullah mengatakan, pendakian massal ke gunung semeru ini bertujuan untuk mengedukasi sesama penggiat alam bebas agar mendaki gunung dengan sampah seminimal mungkin. “Sebelum proses pendakian terlaksana, akan ada pemberian materi terkait kiat-kiat mengurangi sampah plastik yang biasa ditemukan di gunung, seperti botol plastik dan bungkus makanan,” jelas lelaki yang akrab disapa Anca ini. Anca mengungkapkan, gunung Semeru dipilih karena merupakan gunung tertinggi di pulau Jawa yang memiliki akses dan biaya akomodasi yang cukup terjangkau.
Menyoal persiapan, Anca mengaku memakan waktu 2 bulan. “Persiapan tersebut meliputi perekrutan peserta dengan target 50 orang, serta mengulik isu-isu terkait sampah di gunung,” ungkap Anca. Pendakian yang menjadi kegiatan tahunan UKM ini sempat vacuum selama 2 tahun. Anca mengatakan, hal tersebut disebabkan KPA Arkadia tengah difokuskan dengan pembuatan wall climbing dan pendakian internasional ke gunung Damavand di Iran.
Terkait kendala, Anca berujar, sejauh ini kendala yang dihadapi ialah jumlah peserta yang masih belum pasti sementara tiket sudah harus dipesan jauh-jauh hari. Pendaftaran sendiri terbuka untuk mahasiswa umum dan baru akan dibuka pada 10 Agustus dan ditutup pada 15 Agustus yang diikuti dengan technical meeting (TM). Anca melanjutkan, selain pendakian juga akan dilakukan bakti sosial (Baksos) yang bekerjasama dengan mapala UIN Malang di desa Ranupani.

Sementara itu, divisi lingkungan hidup, Wisnu Wicaksono memberikan sedikit tips and trick dalam mendaki gunung untuk pemula. Menurutnya yang terpenting dalam pendakian adalah kesiapan fisik dan mental. Untuk itu, demi melatih kesiapan fisik, Louis sapaan akrab lelaki ini menyarankan untuk melakukan jogging 2,5 kilo atau setara dengan dua kali putaran kampus satu UIN Jakarta. Ia melanjutkan, pendakian akan berlangsung selama 4 hari, untuk itu sebaiknya membawa makanan berupa sayur-sayuran dan bukan makanan instan. Terlepas dari itu semua, Louis berharap agar pendakian ini dapat menjadi pengalaman mengesankan bagi seluruh pesertanya.

Faizah Fitriah
Comments