News‎ > ‎Berita Kampus‎ > ‎

KPU UIN Jakarta: “Agenda Pemira 2017 Diundur”

diposting pada tanggal 13 Des 2017 15.11 oleh Radio RDK UIN Jakarta
KPU mengumumkan hasil verifikasi yang tertunda

Semakin mendekati pemilihan umum raya (pemira) UIN Jakarta, maka semakin banyak persiapan yang dilakukan oleh berbagai pihak, baik itu Komisi Pemilihan Umum (KPU) UIN Jakarta, bakal calon, dan pihak-pihak terkait. Menginjak hari rabu (13/12), seharusnya sudah dilaksanakan masa kampanye. Namun, terdapat beberapa pengunduran tanggal oleh KPU yang telah diumumkan di sekretariat Senat Mahasiswa (sema) UIN Jakarta, pada Jumat (8/12) lalu.

Pengunduran tersebut disampaikan langsung oleh ketua KPU UIN Jakarta 2017, Agung Febrianto. Agung mengatakan, pengunduran timeline pemira 2017 karena terhambatnya agenda verifikasi berkas calon, yang memiliki banyak pengaduan. “Pengaduan kepada KPU terkait dengan agenda kegiatan serta berbagai pengaduan yang lain,” ujar Agung Febrianto.

Selain pengaduan, terhambatnya agenda yang telah disiapkan oleh KPU UIN Jakarta 2017 adalah masalah teknis verifikasi, yang mengganggu pengumuman bakal calon yang akan mengikuti pemira 2017. Sehingga, pengumuman bakal calon menjadi calon resmi baru dilaksanakan pada Selasa (12/12) di sekretariat Sema UIN Jakarta.

“Segala bentuk informasi yang valid akan disebar melalui instagram resmi kami,” tutur Agung Febrianto.

Pengunduran ini, selain mengubah pengumuman nama bakal calon, tetapi mengubah seluruh rangkaian pemira 2017. Pengunduran tersebut meliputi penguumuman hasil verifikasi, penyelesaian sengketa, penetapan calon, debat kandidat, hari tenang, dan pelaksanaan pemira.

Perubahan yang paling utama dan mencolok adalah hari pelaksanaan pemira 2017 yang serentak akan dilaksanakan pada Kamis, 21 Desember 2017. Rencana awal agenda yang telah ditetapkan adalah Rabu, 20 Desember 2017. Kampanye pun yang seharusnya sudah bisa dilaksanakan Rabu kemarin, baru mulai dilaksanakan pada Sabtu, 16 Desember 2017 hingga Senin, 19 Desember 2017.

Mahasiswa semester 3 jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Tsani  Irsyadi beranggapan jika mundurnya agenda pemira 2017 yang telah disiapkan oleh KPU UIN Jakarta, tentunya disebabkan banyak pengaduan dan pelaporan. Menurutnya, wajar saja itu terjadi mengingat pemira merupakan kegiatan yang sensitif bagi mahasiswa UIN Jakarta.

“Pengunduran tersebut juga tidak ada kejelasan. Teman-teman mahasiswa yang mengikuti agenda pemira banyak yang kebingungan, karena informasi juga terkadang telat didapatkan,” tutur Tsani Irsyadi.

Fathur Alfarizi

Comments