News‎ > ‎Berita Kampus‎ > ‎

KSR PMI UIN Jakarta Unjuk Kepedulian Lewat Pengabdian

diposting pada tanggal 2 Okt 2017 15.24 oleh Radio RDK UIN Jakarta

Jumat (29/9), Korps Sukarela (KSR) Palang Merah Indonesia (PMI) UIN Jakarta telah melaksanakan serangkaian bentuk kepeduliannya kepada masyarakat lewat pengabdian yang dilakukan pada warga RT 09/RW 03, Jalan Jeruk Purut, Jakarta Selatan. Kegiatan ini merupakan gagasan dari KSR PMI Universitas Pancasila (Resusila) Fakultas Ekonomi, yang bekerjasama dengan KSR PMI UIN Jakarta.

Komandan KSR PMI, Teo Duri Yosta  mengaku acara ini merupakan wujud dari kepedulian PMI terhadap masyarakat. Dalam hal ini, Resusila menggandeng KSR PMI UIN Jakarta untuk turut berperan dalam rangkaian kegiatan yang sudah diagendakan.

“Rangkaian pertama itu ada pemeriksaan kesehatan gratis, kemudian donor darah yang dibantu oleh PMI DKI Jakarta, penyuluhan pertolongan pertama, serta pelatihan tentang Kampus Siaga Bencana,” jelas Teo. “Selain itu kita juga ada nonton bareng (nobar) film Pengkhianatan G 30S/PKI. Namun tim KSR PMI UIN tidak ikut menyaksikan, karena harus menghadiri kegiatan lain,” tambahnya.

Lebih lanjut, dirinya memaparkan kegiatan ini berfokus untuk memberi pengetahuan kepada masyarakat agar lebih memahami, langkah-langkah apa saja yang perlu dilakukan saat terjadi hal darurat. “Oleh karenanya, penyuluhan terkait pertolongan pertama itu diberikan. Supaya masyarakat tahu bagaimana menghadapi situasi genting yang menyangkut keselamatan diri,” paparnya.

 Ia mengaku, meski kegiatan ini bukan merupakan agenda milik KSR PMI UIN, namun dirinya merasa perlu adanya pengabdian terhadap ilmu-ilmu yang dimiliki, sebagai wujud nyata kepedulian pada masyarakat. “Saya berharap, agar kegiatan ini juga bisa menginspirasi organisasi-organisasi lain, bahwasanya selain berorganisasi, kita juga perlu untuk turun ke masyarakat,” tutupnya.

Sementara itu, mahasiswi Universitas Esa Unggul, jurusan Akuntansi semester tiga bernama Adelia Meiriska mengatakan, dirinya yang pernah tergabung menjadi relawan di PMI serta pernah menjadi anggota Palang Merah Remaja (PMR) saat SMA itu, mengaku perlu adanya kegiatan yang mengabdi kepada masyarakat.

 “Mengingat, ilmu tentang kesehatan dan keselamatan tidak didapat oleh setiap individu, jadi akan jauh lebih baik bila ilmu tersebut juga kita bagi kepada masyarakat awam,” tuturnya. “Karena menurut saya, memahami dua hal tersebut (kesehatan dan keselamatan), merupakan hak setiap orang,” pungkasnya.

(Faizah Fitriah)

Comments