News‎ > ‎Berita Kampus‎ > ‎

Kuliah Umum Prodi Magister KPI

diposting pada tanggal 8 Okt 2017 09.14 oleh Radio RDK UIN Jakarta

Kuliah umum atau yang biasa kita sebut stadium general telah dilaksanakan pada Jumat (6/10) lalu di teater lantai dua Prof. Dr. Aqib Suminto Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fdikom). Kuliah umum yang dilakukan oleh program studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (prodi KPI) mengusung tema Cyber Religion: Tantangan Dakwah Digital di Era Virtual Online menghadirkan narasumber yang berkompeten di bidang komunikasi, yaitu Dr. Moch. Fachrurozi, M. Si. Kuliah umum ini, dijadikan sebagai kelas pengalihan di hari Jumat oleh beberapa dosen yang mengajar di hari itu.

Tercatat tiga juta orang perharinya meraih informasi spiritual melalui internet. Sungguh angka yang fantastik. Kemudahan teknologi digital sekarang sudah dipakai untuk kegiatan dakwah pula.

 “Sudah banyak manusia yang memakai google untuk mencari solusi masalah pribadinya. Aksesnya praktis dan hanya dalam sekejap, serta banyak informasi di dalamnya. Sebelum ada internet, televisilah yang dijadikan sebagai suatu jalan keluar untuk solusi tersebut,” ungkap Dr. Moch. Fachrurozi, M. Si. Dirinya juga mengatakan, tantangan dakwah digital di era virtual online  saat ini, bisa dijadikan memang suatu tantangan atau bahkan suatu peluang. Diri kitalah yang harus bijak melakukannya.

Teknologi melahirkan suatu suatu budaya, yang dalam artiannya melahirkan sebuah kegiatan baru. Islam dalam menyiarkan dakwahnya, sudah dipackaging dengan suatu unsur yang modern. Agama diinternet terdapat dua jenis, yaitu utopian (mendukung internet dalam dakwah Islam) dan distopian (menolak keras internet dipakai dalam dakwah Islam). Sehingga perlu diketahui, bahwa informasi agama telah dilangkahi oleh berbagai hiburan di dunia maya. Itulah yang disebut sebagai digital native person.

Salah satu peserta kuliah umum pada Jumat (6/10) lalu, Rumini Fajar mengaku da’i di Indonesia seolah-olah sudah mati. Masyarakat lebih tergiur oleh berbagai hiburan dalam dunia maya yang menyebabkan mirisnya dakwah Islam. Rumini berharap, suatu tantangan untuk meraih peluang yang besar menghadapi era sekarang bagi dakwah Islam.

(Radhina Rifa) 

Comments