News‎ > ‎Berita Kampus‎ > ‎

Kunjungan Ambassador Korea Utara ke UIN Jakarta

diposting pada tanggal 20 Des 2016 17.00 oleh Radio RDK UIN Jakarta

Mr An Kwan bersalaman dengan moderator usai sharing sejarah Korea di Audit FISIP UIN Jakarta

Selasa (20/12) Himpunan Mahasiswa Program Study (HMPS), Hubungan Internasioanl (HI) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Jakarta, mengundang Ambassador dari Korea Utara untuk mengisi acara Talking With Ambassador.

Acara ini digelar di Auditorium FISIP UIN Jakarta lantai 1 pukul 10.00-13.00 dengan tema A New Challenge in Asia Pasific. Ambassador asal Korea Utara yang bernama Mr. An Kwan ini banyak membahas mengenai sejarah Korea dan hubungan Korea dengan beberapa negara.

Mr. An Kwan merupakan Grand Ambassador Democratic People Republic of Korea. Ambassador Korea Utara ini antusias menjelaskan tentang budaya-budaya Korea, sumber penghasilan Korea, serta perjanjian damai antara negara adi daya dan adi kuasa, di mana negara Korea Utara termasuk di dalamnya. Tak hanya masyarakat UIN Jakarta, acara ini juga dihadiri oleh mahasiswa dari luar, seperti Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta, dan Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ). Sebagai pelengkap, peserta juga mendapatkan sertifikat dan makan siang.

Usai menyampaikan pidato di Talking With Ambassador, Mr. An Kwon mengatakan senang mengunjungi UIN Jakarta dan bisa berbagi ilmu tentang diplomatik. “Saya senang diundang di acara ini, dan saya merasa puas bisa menjelaskan bagaimana diplomatik Korea Utara dengan negara lain. Korea ingin banyak berhubungan dan punya banyak relasi dengan berbagai negara,” ujar Ambassador asal Korea Utara.

Ketua pelaksana acara Talking With Ambassador, Farid Ramadhan mengucapkan Alhamdulillah acara yang dipersiapkan secara singkat ini dapat berjalan dengan lancar. Ia menjelaskan rencana awalnya akan mengundang Ambassador asal Amerika tetapi karena prosesnya sulit, untungnya salah satu dosen di HI menyarankan untuk mengundang Ambassador asal Korea Utara. “Senang acara ini berjalan lancar, saya pikir akan susah mengundang Ambassador, ternyata kalau punya relasi akan jadi mudah prosesnya,” tutur Farid.


(oleh: Siti Ulfiatu Nursa’adah)

Comments