News‎ > ‎Berita Kampus‎ > ‎

Lagi-Lagi Demo "Tarif Parkir", Dimana Rektorat ?

diposting pada tanggal 17 Mar 2016 06.29 oleh Radio RDK UIN Jakarta

Suasana Penolakan Parkir Berbayar UIN Masih Diperjuangkan Mahasiswa


Mahasiswa UIN Jakarta kembali melakukan demo untuk yang kini sudah ke-4 kali, semenjak keberadaan parkir baru dan penetapan tarif parkir baru. Rabu (16/03) aksi yang berlangsung di depan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), merupakan aksi lanjutan dari aksi-aksi sebelumnya yang pernah dilakukan oleh organisasi ekstra GPPI dan GMI. Aksi demo tersebut menuntut untuk tolak parkir berbayar di UIN Jakarta, serta kebijakan mengenai aturan kerjasama antara Rektorat dan GB parking.

Selain itu, GPPI dan GMI menuntut adanya transparansi anggaran pendapatan dari parkir ketika masih dipegang oleh UIN parking dan saat ini yang diambil alih oleh GB parking.

 

"Pihak Rektorat mengajak mediasi, dan kita mengajukan surat untuk menuntut MOU antara pihak Rektorat dan pihak GB parking. Transparansi anggaran dan aturan-aturan parkir di UIN sendiri seperti apa," ungkap salah satu pendemo Boim yang merupakan mahasiswa tingkat akhir.

Boim memaparkan, pengelolaan belum jelas dikartu parkir tidak ada plat nomor atau stnk ini memudahkan motor hilang dan ada indikasi tidak aman.

 

Pendukung masa aksi demo, mahasiswa Fakultas Ilmu Dakwah dan Komunikasi (FDIKOM) Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam, semester 2 Luthfi Meha beranggapan, jika parkir bayar adalah bisnis Rektorat dengan pihak swasta, sedang dalam UU Perguruan Tinggi Negeri tidak boleh perusahaan swasta masuk. Meha menambahkan, kalau seperti ini fasilitas kampus dijadikan proses jual beli dan tidak lagi mementingkan pendidikan, melainkan keuntungan.




(oleh : salsabila)
Comments