News‎ > ‎Berita Kampus‎ > ‎

Lagi, Guru Dipolisikan Karena Cubit Siswa yang Main Hp

diposting pada tanggal 3 Des 2017 10.01 oleh Radio RDK UIN Jakarta

Belum lama ini kita baru saja memperingati hari guru yang jatuh pada 25 November lalu. Seseorang yang sukses pun tentu tidak terlepas dari peranan seorang guru. Oleh sebab itu kita sepatutnya untuk menghargai dan menghormati pengorbanan pahlawan tanpa tanda jasa tersebut. Tapi nyatanya dibalik peringatan hari guru  terdapat kasus seorang murid melaporkan gurunya ke polisi karena tidak terima di cubit saat bermain telepon genggam. Peristiwa ini pun tentu membuat geram dunia akademika.

Dilansir dari liputan6.com. seorang guru di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, dilaporkan ke pihak kepolisian oleh orangtua dari salah seorang siswinya lantaran mencubit siswi, karena kedapatan asyik bermain telepon genggam saat kegiatan belajar berlangsung pada Kamis (30/11). Sang guru sudah menegur berkali-kali tapi sang siswa tampaknya tidak memperdulikan peringatan tersebut. Tak tahan dengan kelakuan siswi berinisial DAB, akhirnya sang guru menghampiri siswinya dan mencubit pada bagian lengan. Aksi mencubit itu diniatkan untuk mendidik. Pertimbangannya juga merujuk pada peraturan sekolah. Malayanti tak menyangka niatannya untuk mendidik itu malah berbuah pahit. Ia justru dilaporkan ke polisi lantaran diduga melakukan tindak kekerasan.

Kepala Kepolisian Resort Wajo, AKBP Noviana Tursanurrohmad, membenarkan perihal laporan seorang siswi terhadap  gurunya di Mapolres Wajo

“iya betul, ada laporan beberapa waktu lalu. Tapi kita masih selidiki” Ujarnya.

Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) jurusan Akhwal Syahsiyah semester lima, Fisrofiah mengungkapkan  rasa prihatin karena begitu banyaknya kasus yang melaporkan guru kepada pihak kepolisian.

“Kan bisa dilakukan mediasi, untuk upaya mendamaikan kedua belah pihak sebelum melapor ke polisi, semoga kasus ini dapat cepat selesai dan tidak ada lagi kasus serupa yang bermunculan,” harap Fisrofiah.

(Seli Nursolihat)

Comments