News‎ > ‎Berita Kampus‎ > ‎

Larangan Berjualan di Bahu Jalan Kampus 2

diposting pada tanggal 30 Agt 2017 17.31 oleh Radio RDK UIN Jakarta
Larangan berjualan di bahu jalan sekitar kampus 2

Mendekati waktu aktif perkuliahan di UIN Jakarta yang mulai tanggal 4 September nanti, banyak pedagang jajanan yang siap untuk berjualan kepada mahasiswa. Jika di kampus 1 UIN Jakarta lokasi jajanan terdapat di kafe cangkir, koperasi mahasiswa (kopma) dan di sekitar jalan pesanggrahan. Sementara untuk mahasiswa yang bertempat di kampus 2 banyak jajanan yang disajikan oleh pedagang kaki lima di sekitar depan kampus pasca sarjana. Banyak jajanan seperti makanan ringan dan minuman yang tersaji di lokasi tersebut yang seringkali dihampiri oleh mahasiswa-mahasiswa sekitar. Namun, mulai 28 Agustus kemarin, terlihat sudah tidak ada pedagang yang berjualan di sekitar jalan tersebut. Pedagang yang biasanya mulai berjualan sejak jam 8 pagi tersebut sudah diberi peraturan agar tidak boleh berjualan di jalan itu.

Salah satu warga sekitar yang bekerja di dekat kampus pasca sarjana UIN Jakarta, Satria mengatakan, pedagang yang biasanya berjualan di jalan Kertamukti tersebut sudah mulai ditertibkan semenjak hari Senin (28/8) lalu. menurut pria yang bekerja di tempat fotocopy ini, sebelum hari itu memang sudah ada pemberitahuan dan peringatan kepada para pedagang yang berjualan di sekitar jalanan karena akan ditertibkan. “Penertiban itu juga katanya sesuai peraturan yang ada, sehingga pedagang mau tidak mau harus menerima kebijakan itu,” kata Satria. Setelah penertiban, Satria mengungkapkan, sejak Senin kemarin memang sudah tidak terlihat pedagang yang berjualan di sekitar jalan, tetapi gerobak-gerobak itu dipindahkan ke berbagai tempat. Orang-orang setempat mengatakan banyak pedagang yang berpindah ke sekitar Madrasah Pembangunan (MP).

Selain itu, mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) jurusan Hubungan Internasional semester 3, Thoriq Taqiyudin memiliki tanggapan. Menurutnya, pedagang-pedagang di sekitar jalanan itu sebenarnya sangat disukai oleh mahasiswa-mahasiswa UIN Jakarta di kampus 2. “Buktinya, selalu saja ramai mahasiswa yang berada di situ untuk membeli,” ungkap Thoriq. Tapi Thoriq menjelaskan, di sisi lain memang peraturan pemerintah yang dibuat tidak boleh diganggu gugat, jadi mau tidak mau harus ditaati oleh berbagai pihak.

Fathur Alfarizi

Comments