News‎ > ‎Berita Kampus‎ > ‎

LDK Syahid Bagikan Daging Qurban di Desa Binaan

diposting pada tanggal 4 Sep 2017 10.53 oleh Radio RDK UIN Jakarta
Ketua Umum LDK Syahid saat serah terima bantuan pada pihak Kampung Pemulung

Perayaan hari besar umat Islam yakni Idul Adha 1438 Hijriyah jatuh pada Jumat (1/9) kemarin. Rupanya, momentum ini juga dilewati dengan membagi-bagikan daging qurban oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Syahid UIN Jakarta kepada warga Kampung Pemulung, yang merupakan sebuah desa binaan di Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel) pada Sabtu (2/9) lalu.

Ketua LDK Syahid, Musab Izzudin mengaku kegiatan membagikan daging qurban ini juga bekerjasama dengan Lembaga Semi Otonom (LSO) Pos Solidaritas Umat (PSU) dan sudah menjadi agenda rutin LDK Syahid di tiap tahunnya.

“Pembagian daging qurban di Kampung Pemulung meliputi 150 kepala keluarga. Selain memberikan 150 kupon daging, terdapat juga 80 kaleng kornet qurban dari rumah zakat. Sementara itu hewan qurban yang diperoleh berasal dari donatur LDK Syahid yakni Forum Angkatan (Forkat) serta dari pribadi, alumni, dan kader LDK Syahid,” paparnya.

Lebih jauh Musab menambahkan, dipilihnya desa binaan disebabkan wilayah tersebut sangat layak untuk dibantu. Menurutnya, mayoritas warga yang tinggal di desa binaan tersebut berprofesi sebagai pemulung dan sopir angkot, yang mana daging bukan merupakan makanan yang dapat dinikmati setiap hari oleh warga setempat. Musab melanjutkan, itulah esensi dari sedekah qurban, yakni berbagi kepada sesama. Sebab menurutnya, seperti yang Rasulullah SAW sabdakan bahwa sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya.

Tak sampai disitu, kegiatan positif ini juga disambut baik oleh mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fdikom) jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam semester tiga, Gusti Dewo. Dewo mengaku, sebagai anggota LDK Syahid Komisariat Dakwah (Komda) Fdikom, dirinya sangat bersyukur dengan dilaksanakannya kegiatan bermanfaat ini, sekaligus bangga sebab tingkat kepedulian terhadap sesama masih tetap ada di kalangan mahasiswa dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Saya harap kegiatan yang telah dilaksanakan ini dapat memotivasi individu mana pun untuk peduli terhadap sesama,” tutup Dewo.

(Faizah Fitriah)

Comments