News‎ > ‎Berita Kampus‎ > ‎

Lewati Masa Peralihan Jenjang, Begini Kata Maba

diposting pada tanggal 17 Jan 2018 09.06 oleh Radio RDK UIN Jakarta

Sudah lebih dari enam bulan sejak penerimaan mahasiswa baru, ada banyak hal yang dirasakan oleh mahasiswa baru (maba) sebab kehidupan kampus dan sekolah yang sangat berbeda. Perbedaan di segala aspek, mulai dari teman yang berasal dari berbagai tempat, adaptasi dengan lingkungan baru, jadwal kuliah yang lebih fleksibel hingga dosen dengan karakter yang berbeda-beda.

Hal ini juga dirasakan oleh mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fdikom) jurusan Jurnalistik semester satu, Soraya Luthfia Fathuddin mengaku, dirinya merasa menjadi mahasiswa lebih bebas, terutama soal jadwal kuliah yang fleksibel dan pakaian yang dikenakan tidak diseragamkan oleh kampus. Namun, perempuan yang akrab disapa Yaya ini merasa beban psikis menjadi mahasiswa menjadi lebih berat, apalagi masalah tugas yang menupuk. “Di samping itu, saya juga mengalami homesick karena saya anak rantau dan terkadang merasa sedih karena jauh dari orang tua. Solusinya adalah saya mengikuti berbagai kegiatan yang ada di kampus, agar bisa mengurangi rasa sedih tersebut, ungkapnya.

Tak jauh berbeda dengan Yaya, mahasiswa UIN  Antasari Banjarmasin Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI), Firnanda Yulianti mengatakan, kehidupan mahasiswa tidak seperti yang ia bayangkan. Dirinya berpendapat lebih nyaman menjadi murid SMA ketimbang mahasiswa. “Saya harus mulai dari awal karena saya jauh dari orang tua. Lebih nyaman di Pondok Pesantren (Ponpes) karena segala kebutuhan lebih mudah didapat, dibandingkan dengan di kost yang lebih sendiri-sendiri. Jadi, di sini saya harus lebih mandiri dan lebih berani  kalau sendirian,” komentarnya.

(Alya Safira Azizah)

Comments