News‎ > ‎Berita Kampus‎ > ‎

Lia Kurniawati : Beasiswa Tidak Didapatkan dengan Mudah, Namun dengan Kerja Keras.

diposting pada tanggal 11 Mei 2017 16.04 oleh Radio RDK UIN Jakarta
Salah satu pemateri, Firdaus Habibi sedang memaparkan tentang beasiswa

Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Pendidikan Matematika menyelenggarakan sebuah seminar beasiswa yang bertajuk “Think Islamically, Act Sportively, Do It Artistically”. Seminar tersebut juga merupakan bagian di dalam rangkaian Math Expo yang terselenggara sejak 25 April hingga 12 Mei. Kegiatan yang diadakan di Aula Madya lantai 1 tersebut turut menghadirkan narasumber penting seputar beasiswa yakni Duta Dewantara Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Firdaus Habibi, dan Dosen pendidikan matematika Dr. Lia Kurniawati, M.Pd. Seminar beasiswa tersebut digelar pada Rabu (10/5) dari pukul 13.00 hingga 15.00 WIB.

Duta Dewantara FITK, Firdaus Habibi menjelaskan, terdapat dua jenis beasiswa yang tersedia di Indonesia yaitu beasiswa jalur prestasi dan jalur tidak mampu. Beasiswa jalur prestasi contohnya beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Kementerian Agama (Kemenag), Habibie Center, dan banyak lainnya. Sementara untuk beasiswa tidak mampu biasanya ditujukkan bagi petani, guru, ataupun yang dibuat oleh Polisi Republik Indonesia (Polri).

Habibi juga memberikan tips dan trik agar bisa mendapat beasiswa. Menurutnya, mahasiswa harus berani mencoba. Sebab, banyak sekali mahasiswa yang takut sebelum mencoba beasiswa yang tersedia. Lalu, asah kemampuan-kemampuan khusus seperti leadership. Instansi-instansi yang menyelenggarakan program beasiswa tidak hanya menilai calon beswannya di aspek akademik saja, namun kemampuan lain. Setelah itu, jangan takut gagal. Habibi menuturkan, pada awalnya ia berkali-kali ditolak oleh beasiswa yang tersedia. Namun, pria berkacamata tersebut memilih untuk berani mencoba lagi-dan lagi. Kemudian, mahasiswa harus tergabung dalam lingkungan yang sejalan. Sebab, akan banyak sekali informasi dan berbagai cara yang akan diberikan jika bergaul dengan mahasiswa yang juga mengikuti beasiswa. Terakhir, harus melibatkan Allah dalam setiap langkah.

Dr. Lia Kurniawati, M.Pd bercerita tentang pengalamannya dulu saat mengejar beasiswa saat kuliah. “Zaman dahulu proses pendaftaran beasiswa tidak seperti sekarang. Kalau sekarang semua proses bisa lewat online, kalau zaman saya kuliah harus pergi ke banyak tempat,” katanya. Dirinya juga mengatakan bahwa beberapa kali ia tidak lolos uji beasiswa tetapi tidak mudah menyerah, hingga S2 pun tetap mengandalkan beasiswa sebagai pilihannya. Lia menegaskan kepada para peserta seminar beasiswa tersebut, beasiswa itu tidak didapatkan dengan mudah namun dengan kerja keras.

(Fathur)

Comments