News‎ > ‎Berita Kampus‎ > ‎

Lindungi Diri Dengan Vaksinasi Difteri

diposting pada tanggal 7 Feb 2018 17.05 oleh Radio RDK UIN Jakarta

Difteri merupakan infeksi bakteri yang umumnya menyerang selaput lendir pada hidung dan tenggorokan serta terkadang dapat memengaruhi kulit. Penyakit ini sangat menular dan termasuk infeksi serius yang berpotensi mengancam jiwa. Tercatat 3.353 kasus difteri dilaporkan dari tahun 2011 sampai dengan tahun 2016. Namun difteri dapat dicegah dengan cara imunisasi dan di Indonesia sendiri imunisasi terhadap difteri termasuk dalam program imunisasi wajib pemerintah.

dr. Maya Hayati yang merupakan dokter di Rumah Sakit (RS) Syarif Hidayatullah (Syahid) menjelaskan, difteri biasanya sering menyerang anak-anak. Namun ada laporan juga yang menerangkan korban berusia sampai 50 tahun. “Jadi permasalahan difteri di Indonesia sendiri bisa dibilang sasarannya ke semua usia. Oleh sebab itu pemerintah sendiri sudah membuat program wajib pencegahan difteri dengan cara imunisasi yang wajib dilakukan secara berkala sampai tiga kali. Imunisasi ini harus dilakukan karena sejak 2011, masalah difteri sendiri sudah menjadi Kejadian Luar Biasa KLB,” paparnya. dr. Maya menerangkan jika ada mahasiswa yang terjangkit difteri, maka ia akan dianjurkan untuk menjalani perawatan dalam ruang isolasi di rumah sakit, lalu langkah pengobatan akan dilakukan dengan dua jenis obat yaitu antibiotik dan antioksidan. Maka dari itu beliau menyarankan agar masyarakat bisa mengikuti program wajib dari pemerintah ini, karena kebanyakan untuk imunisasi difteri sendiri dilakukan secara gratis di beberapa tempat. “Jadi jangan sia-siakan jika ada kegiatan imunisasi gratis di rumah sakit, kampus, balai desa dan lain-lain,” tutupnya.

Mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK), jurusan Kesahatan Masyrakat  (Kesmas) semester dua, Sukaenah menuturkan, kegiatan imunisasi difteri sangatlah penting. Mengingat imunisasi atau vaksinasi merupakan salah satu cara pencegahan difteri itu sendiri. Dirinya berpendapat, sangat menyayangkan jika ada masyarakat atau khususnya mahasiswa yang sampai tidak mengikuti kegiatan imunisasi tersebut. “Padahal akhir-akhir ini banyak sekali kegiatan imunisasi difteri secara gratis yang dilakukan khususnya di UIN Jakarta. Semoga masyrakat bisa lebih paham bahaya difteri, agar mereka bisa mencegah diri mereka dengan melakukan vaksin difteri,” tandasnya.

(Anggara Purissta)

Comments